Suara.com - Lini masa media sosial tengah diramaikan dengan kasus hukum yang menimpa pentolan FPI Habib Rizieq Shihab. Pro kontra pun mewarnai kemelut tersebut sehingga membuat publik seakan terbelah.
Baru-baru ini, sebuah video yang diduga dibuat oleh pendukung Habib Rizieq Shihab viral di media sosial Twitter setelah diunggah oleh akun @oncomdei.
Segerombolan orang yang mengatasnamakan diri mereka sebagai umat Islam Lampung tersebut menyatakan siap mengikuti jejak Habib Rizieq yang telah ditahan oleh Polda Metro Jaya.
"UMAT ISLAM LAMPUNG SIAP MENYERAHKAN DIRI KE POLDA METRO JAYA APABILA IB HRS DITAHAN," tulis @oncomdei Sabtu (12/12/2020).
Dalam video berdurasi lebih kurang setengah menit tersebut, mereka mengucapkan ikrar untuk membela Habib Rizieq.
"Kami umat Islam Lampung, siap menyerahkan diri ke Polda Metro Jaya apabila Imam Besar umat Islam Indonesia, Habibana Rizieq bin Husein bin Shihab ditahan," kata pemimpin ikrar tersebut.
Dia menambahkan, kesiapan mereka untuk menyerahkan diri ke polisi karena mereka merasa yang berkerumun tanpa disuruh dan diundang oleh Habib Rizieq.
"Siap menyerahkan diri? Siap menyerahkan diri? Takbir!" kata ketua kelompok itu memimpin ikrar yang diamini oleh pengikutnya.
Sejumlah warganet pun ikut berkomentar dengan ikrar yang disampaikan sekelompok orang tersebut.
Baca Juga: Rizieq Ditahan, Fadli Zon: Dia Ulama Pemberani di Tengah Kemunafikan
"Sabar Bang kita kadang harus tiarap dulu menghadapi ujian ini karena ujian itu tidak mudah harus menggunakan pikiran jangan mengandalkan emosi karena belum darurat, kita masih bisa solat berjamaah berdoalah setelah solat kita minta bantuan yang maha kuasa," kata akun @1noh***
"Sejarah akan selalu berulang, dulu bapaknya Sukarno cari masalah dengan buya Hamka,sekarang jokowi melakukan hal yang sama. Laknattullah," kata akun @linGus*** membawa-bawa bapaknya Soekarno.
Saat ini, Rizieq telah ditahan kepolisian Polda Metro Jaya di Jakarta setelah diperiksa sejak Sabtu pagi (12/12/2020). Ia diperiksa selama sekitar 13 jam.
Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, mengatakan bahwa Rizieq akan ditahan di Rutan Polda Metro Jaya selama 20 hari ke depan.
"Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya di narkoba," kata Argo, "Kemudian MRS kami tahan oleh penyidik dimulai 12 Desember 2020 selama 20 hari ke depan."
Video selengkapnya di sini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
May Day di DPR Kondusif: Massa Gebrak dan Kasbi Bubar Jalan, Pasukan Oranye Sisir Sampah Sisa Aksi
-
Singgung Aparat Belum Paham KUHAP Baru! Habiburokhman Siap Jadi Penjamin Aktivis Buruh yang Ditahan
-
Bawa Sejarah Kaum Nabi Luth, Amien Rais Desak Prabowo Jauhi dan Pecat Teddy Indra Wijaya
-
Tempati Huntara, Warga Lubuk Sidup Kembali Menata Harapan dan Kehidupan Pasca Bencana
-
Sisi Lain May Day 2026: Massa Gelar Pertandingan Bola Plastik di Depan Gedung DPR
-
Kuliah Umum di USU, Wamendagri Tekankan Pentingnya Ideologi & Strategi dalam Kepemimpinan Daerah
-
Kasbi Ungkap Ada Intimidasi dan Doxing Usai Sampaikan Seruan Aksi May Day
-
Nyawa di Ujung Rel: 1.089 Perlintasan Liar Masih Mengintai Keselamatan Publik
-
Tak Mau Ikut May Day Fiesta, KASBI Desak DPR Buat Kebijakan Pro Buruh
-
Harga Minyak Dunia Terus Menyala, Keputusan Trump di Selat Hormuz Makin Perburuk Kondisi