- BMKG imbau pemudik waspadai hujan lebat dan angin kencang di sejumlah wilayah.
- Potensi hujan lebat dan gelombang tinggi bayangi jalur mudik Lebaran 2026.
- BMKG peringatkan risiko banjir rob dan turbulensi pesawat selama periode mudik.
Suara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperbarui prakiraan cuaca menjelang periode awal arus mudik Lebaran 2026. Meski kondisi atmosfer di sebagian besar wilayah Indonesia terpantau relatif kondusif, BMKG memperingatkan adanya potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang di sejumlah daerah.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengimbau masyarakat yang hendak melakukan perjalanan mudik untuk terus memantau perkembangan cuaca guna menjamin keselamatan. Ia meminta publik tetap tenang namun waspada, serta memastikan setiap informasi yang diterima berasal dari sumber resmi.
“Tetap pantau pembaruan cuaca darat, laut, dan udara melalui berbagai kanal resmi BMKG untuk menyesuaikan rencana perjalanan mudik Anda,” ujar Faisal dalam keterangan tertulisnya, Minggu (15/3/2026).
Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan bahwa aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) saat ini masih aktif di wilayah selatan dan timur Indonesia. Fenomena ini diperkuat oleh aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial dan Gelombang Kelvin yang diprediksi masih terjadi di sekitar wilayah Indonesia pada periode 13–20 Maret 2026. Kombinasi faktor tersebut meningkatkan peluang terbentuknya awan hujan akibat kelembapan udara yang tinggi serta labilitas atmosfer.
BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur sebagian wilayah Sumatra serta Jawa bagian tengah dan timur pada 14–17 Maret. Selanjutnya, pada 18–20 Maret 2026, peluang hujan serupa diperkirakan muncul di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan dan Papua.
Selain di daratan, BMKG juga menyoroti potensi cuaca yang dapat memengaruhi jalur transportasi udara dan laut. Pada sektor penerbangan, terdeteksi peluang pertumbuhan awan Cumulonimbus dengan cakupan luas di jalur penerbangan Laut Maluku dan utara Papua, dengan peluang kemunculan mencapai lebih dari 75 persen. Awan jenis ini berisiko memicu hujan lebat, kilat, hingga turbulensi yang dapat mengganggu aktivitas penerbangan.
“Potensi gelombang tinggi melebihi 2,5 meter berpeluang terjadi di Laut Maluku dan Perairan Utara Papua yang dapat memengaruhi transportasi laut. Selain itu, masyarakat pesisir di Sumatra Utara, Sumatra Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTT, hingga Kalimantan perlu mewaspadai banjir rob yang diprakirakan terjadi bergantian mulai 14 hingga 19 Maret 2026,” jelas Andri.
Plh. Direktur Meteorologi Publik BMKG, Ida Pramuwardani, menyarankan masyarakat memanfaatkan aplikasi InfoBMKG untuk mendapatkan informasi terkini. Ia juga meminta pemudik menyiapkan perlengkapan darurat, meningkatkan kewaspadaan saat berkendara dalam kondisi hujan, serta memastikan rumah dalam kondisi aman dari risiko hidrometeorologi sebelum ditinggalkan.
Baca Juga: Ribuan Pemudik Bersiap Berangkat, Mudik Bareng Pertamina Dorong Perjalanan Aman dan Hemat BBM
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- Apa Varian Tertinggi Isuzu Panther? Begini Spesifikasinya
Pilihan
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
Terkini
-
KPK Pamerkan Barang Bukti Uang Rp610 Juta Hasil Pemerasan THR di Cilacap
-
Lagi! Rudal Kiamat Iran Bikin Israel Hancur Lebur di Kota Ramla
-
Iran Minta Negara Lewat Selat Hormuz Bayar Pakai Mata Uang China
-
Bupati dan Sekda Cilacap Tersangka Pungli THR Lebaran, KPK Bongkar Modus Pemerasan Rp750 Juta!
-
Kim Jong Un Tembak 10 Rudal Balistik saat Perang AS-Israel vs Iran Makin Panas
-
Tanda-tanda Perang AS - Israel vs Iran Berakhir versi Donald Trump
-
Update Korban Perang AS-Iran 15 Maret 2026, Hampir 1000 Orang dan Ratusan Anak Tewas
-
Israel Bantah Isu Kematian Netanyahu, Akun Anaknya Mendadak 'Hilang' Misterius
-
Jurgen Habermas, Filsuf Ternama dan Tokoh Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Iran Ungkap Dapat Dukungan Militer Rusia dan China untuk Hadapi Israel-AS