Suara.com - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta Arifin mengakui beberapa tempat hiburan malam atau diskotek buka diam-diam di tengah pandemi. Caranya, dengan kucing-kucingan demi menghindari deteksi petugas.
Arifin mengatakan, sebenarnya petugas sudah rutin keliling mencari diskotek yang buka. Namun dari luar tak pernah terlihat adanya tempat yang beroperasi.
"Bukan berarti kita tidak pernah melakukan pengawasan ya, ketika kita lakukan pengawasan patroli yang kita lihat di sana sepi, tidak ada aktivitas," ujar Arifin saat dikonfirmasi, Sabtu (19/12/2020).
Biasanya, dari depan pintu diskotek, tidak terlihat adanya aktivitas. Ternyata begitu diperiksa, banyak pengunjung yang sedang menikmati hiburan malam.
"Itu dia pintarnya mereka menyembunyikan, sebisa mungkin mengelabui aparat kan," jelasnya.
Karena itu, ia mengaku sudah mengetahui siasat para pengusaha hiburan malam. Dengan demikian, ia akan menggencarkan patroli untuk ke depannya.
"Itulah makanya Satpol PP tidak akan diam, dan akan melakukan tindakan tegas terhadap pelanggaran dan segera akan kita lakukan penindakan sesuai ketentuan," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Ada Temuan Narkoba, Diskotek New Monggo Mas Jakbar Resmi Disegel Permanen
-
Pengunjung Positif Narkoba, Diskotek New Monggo Mas Bakal Ditutup Permanen
-
Desak PSBB Dicabut, Terapis hingga LC Karaoke Geruduk DPRD DKI Siang Ini
-
Lurah Maphar Taman Sari Tak Tahu Diskotek Buka: Ruangan Mungkin Kedap Suara
-
Bandel! Layani Tamu saat PSBB, Diskotek Top 10 Disegel Satpol PP DKI
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara