Suara.com - Beredar narasi yang menyebutkan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menolak memakai masker. Padahal, Anies merupakan seorang pasien Covid-19.
Narasi tersebut diunggah oleh akun Twitter bernama @suremeto. Ia mengunggah foto Anies sedang duduk di meja tanpa menggunakan masker,
Di hadapannya ada dua orang tenaga kesehatan yang mengenakan APD lengkap.
Akun tersebut juga menuliskan narasi sebagai berikut:
"Anies menolak pakai masker, mengancam keselamatan nakes, pasien bebas seperti ini harusnya enggak usah diurusi".
Selain itu, ia juga menambahkan narasi pada cuitannya sebagai berikut:
"Enaknya masukin peti mati dikubur saja nih @aniesbaswedan pasien Covid paling bandel."
Benarkah klaim tersebut?
Penjelasan
Baca Juga: Beli di Olshop, Penampakan Masker Kain Milik Warganet Ini Bikin Tepuk Jidat
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta UMN -- jaringan Suara.com, Minggu (27/12/2020), klaim yang menyebutkan Anies tolak pakai masker meski positif Covid-19 adalah klaim yang keliru.
Setelah ditelusuri, foto yang diunggah oleh akun tersebut juga ditemukan pada artikel Jakarta.bisnis.com berjudul 'Ikut Rapat Virtual saat Isolasi Mandiri, Anies Bahas Pajak Tanah'.
Foto serupa juga diunggah oleh akun Twitter @toperendusara1. Akun tersebut mengunggah foto tangkapan layar aktivitas Anies saat sedang mengikuti rapat virtual.
Baju yang dikenakan hingga latar dinding di belakang Anies sama persis dengan foto yang diunggah oleh akun @suremeto.
Saat itu, Anies tidak memakai masker karena sedang mengikuti rapat secara daring.
Dari hasil penelusuran melalui Google, tidak ditemukan media manapun yang mewartakan alasan Anies tak menggunakan masker saat bersama dua naker.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT