Suara.com - Beredar narasi yang menyebutkan ada modus pencurian baru yang beredar di wilayah Gamping, DI Yogyakarta. Pelaku membawa kabur mobil tamu resepsi pernikahan dengan berpura-pura menjadi panitia acara resepsi tersebut.
Narasi tersebut diunggah oleh akun Facebook bernama Madura. Ia juga mengunggah sebuah foto yang menampilkan seorang pria diduga pelaku pencurian mobil berada di depan mobil curiannya bersama sejumlah polisi.
Berikut narasi yang diunggah oleh akun itu:
"SEMOGA BERMANFAAT INFO INI.
*-Modus operandi baru di resepsi pernikahan... Hati2 waspada
Muncul orang necis berbusana rapi sungguh baik hati menemui....
Namun
*Waspada Modus Penipuan dilakukan ditempat resepsi Pernikahan
Seorang menampilkan diri simpatik tutur katanya.
Meyakinkan layaknya Panitia namun sebenarnya mereka Panitia Gadungan/Palsu.
*Modus
Sang Panitia Palsu masuk ruangan dan berbisik dg seorang tamu meminjam Kunci Motor/Mobil utk di geser.
Dipindahkan krn ada mobil mau keluar, dan akhirnya diberikan tanpa curiga.
Sebenarnya mereka sudah mengawasi tamu yang datang dan memarkir kendaraannya.
*Akibatnya
Ditunggu lama kunci tak dikembalikan, keluarlah dari gedung pemilik kunci tsb.
*setelah dicek mobil sudah tidak ada ditempat
*Ternyata
Panitia Palsu tadi yg minta kunci sdh lenyap dengan membawa mobilnya.
*Waspadalah
Modus inipun berlaku jg utk kendaraan roda 2..
Oleh karena itu
Baca Juga: CEK FAKTA: Benarkah Siswa Harus Swab Test sebelum Sekolah Tatap Muka 2021?
*Lebih Amannya
Pindahkanlah sendiri Motor/Mobil anda, jika diberitau orang.
Jangan lugu terlalu percaya dgn menyerahkan kunci kepada orang yg tidak anda kenal.
*Cerita pengalaman dari org yg pernah mengalami.... semoga bermanfaat siapapun menjadi waspada.
Sumber : Humas Polsek Gamping
#Polsek Gamping".
Benarkah klaim tersebut?
Penjelasan
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta UMN -- jaringan Suara.com, Minggu (27/12/2020), klaim yang menyebutkan modus baru panitia resepsi pernikahan bawa kabur mobil tamu adalah klaim yang keliru.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT