Suara.com - Resepsi pernikahan adalah momen bahagia sepasang pengantin, ketika dapat mengumpulkan dua keluarga besar, teman-teman, dan tetangga agar bisa menikmati kebahagian bersama.
Resepsi di Indonesia umumnya diadakan di rumah salah satu mempelai yang kemudian didekorasi sedemikian rupa cantik.
Seperti unggahan di akun TikTok @ayangpramuja_makeup yang menunjukkan sebuah dekorasi tempat resepsi pengantin dalam sebuah gang sempit.
Video itu memperlihatkan rekaman saat survei, yang mana kondisi jalanan di gang sempit berada diantara rumah penduduk sekitar.
Lalu video di sebelahnya, tampak setelah disulap menjadi megah dan berhiaskan dekorasi bunga-bunga serta properti pernikahan yang lainnya.
Walau hanya diselenggarakan di gang kecil, dekorasi pernikahan tersebut malah bagus dan tak tampak berada di sebuah gang.
Sepanjang jalan rumah warga terlihat ditutupi kain putih dan hijau.
Lantas, video itu pun viral hingga ditonton sebanyak 3,4 juta kali.
Tak sedikit dari warganet penasaran dan mempertanyakan bagaimana caranya warga sekitar keluar rumah dan lewat. Jika gang yang biasa digunakan warga untuk berlalu lalang malah didekorasi untuk acara resepsi pernikahan.
Baca Juga: Dianggap Jelek, Ibu ini Suruh Anaknya Putuskan Sang Pacar!
Banyak yang menduga itu karena kekompakkan antar tetangga yang memberikan izin dibangunnya tenda tersebut.
"Salut sama tetangganya," tulis akun @efsatya.
"Enak banget punya tetangga model begitu, bisa memahami keadaan," ujar akun @shiva_natanegara.
"Terus itu warga yang punya rumah kalau mau keluar masuk gimana woi," tanya akun @putri.p26.
"Asal tetangga bisa diajak kerja sama, semua jadi mungkin," komentar akun @estehhhh00.
Tidak hanya itu saja, ada pula penampakan tenda pernikahan yang viral di media sosial lainnya. Tenda pernikahan yang berikut ini justru tampak tidak terpasang dengan benar.
Tenda Pernikahan Bikin Ngelus Dada, 'Efek Nawar Sadis ke Vendor'
Jika biasanya video pesta pernikahan menampilkan suasana haru, mewah dan bahagia, tapi hal itu tidak berlaku di video yang disebar oleh akun Twitter @PenjahatGunung.
Pasalnya, video berdurasi 13 detik tersebut menunjukkan pesta pernikahan sederhana bahkan cenderung memprihatinkan.
"Efek nawar sadis ke vendor," kata @PenjahatGunung memberi keterangan video unggahannya, Senin (26/10/2020).
Dalam video tersebut nampak sebuah pesta pernikahan berkonsep outdoor di bawah terik matahari.
Akan tetapi, tenda yang didirikan untuk menghalangi panasnya matahari hanya dipasang rangka besinya saja tanpa kain di atapnya.
Walhasil, ratusan undangan yang hadir dalam pesta pernikahan tersebut kepanasan disengat matahari.
Sementara pengantin yang di pelaminan pun demikian. Terlihat tidak ada dekorasi sama sekali dan juga tenda yang memayungi pelaminan. Warganet pun ramai-ramai mengomentasi video tersebut.
"Sek due vendor tendo jebul mantane sek wedok (Yang punya vendor ternyata mantannya yang cewek)," tulis akun @fahmi***
"Mungkin dia minta 5 juta udah sama dangdut kali ya," sambung warganet lainnya dengan akun @virai***
"Iki mbayar e ngangsur, alat-alate tekone yo manut angsurane (Ini bayarnya diangsur, alat-alatnya datang tergantung angsurannya)," timpal akun @socraat***
Hingga rekaman itu viral, belum bisa dipastikan lokasi pernikahan tersebut berlangsung. Namun diduga masih di daerah Jawa Tengah berdasarkan bahasa yang terdengar dari video itu.
Berita Terkait
-
Viral Penerapan Flowchart di Dunia Nyata, Buat Mengatasi Cewek Ngambek
-
Curhat Wanita Dapat Pelecehan Gegara Baju saat Berenang, Publik Geram
-
Viral Keluarga Emosi, Belum Diperiksa Pasien Dinyatakan Positif Covid-19
-
Bikin Jantungan! Sosok Ini Muncul di Video Call Sejoli yang Ketiduran
-
Bocah Laki-laki Terguling di Eskalator, Warganet Salah Fokus ke Pria Ini
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Diversifikasi Kearifan Lokal Desa Citengah dalam Pengembangan Desain Batik
-
Bisakah Sea Farming Berbasis Adat Menyelamatkan Ekonomi Nelayan Pesisir?
-
Indonesia Hadapi Tiga Krisis Lingkungan: Apa Dampaknya dan Apa yang Bisa Dilakukan?
-
Cerita Rocky Gerung Bantu Prabowo 'Serang Balik' Jokowi lewat Buku Francis Fukuyama
-
PDIP Soroti Prajurit TNI di Bawah Kendali BOP: Beresiko Tinggi Secara Politik Maupun Militer
-
Bamsoet Kenalkan Buku Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung, Ungkap Sikap Ekonomi-Politik
-
Gerindra Imbau Para Pengusaha dan Taipan Bertaubat: Umur Gak Ada yang Tahu
-
Bukan Sekadar Hujan Biasa! Ini Alasan Ilmiah BMKG Prediksi Curah Hujan Ekstrem Pekan Depan
-
Dialog dengan Wakil Presiden RI dan Kementerian Pariwisata, InJourney Paparkan Usulan Strategis
-
Bamsoet Sebut Prabowo Ogah Punya Lawan, Singgung Tom Lembong dan Hasto Kristiyanto