Suara.com - Memiliki bayi kembar memanglah begitu menyenangkan. Bagaimana tidak, aksi yang ditunjukkan seorang bayi saja sudah begitu menggemaskan apalagi bila dilakukan oleh anak kembar.
Bayi kembar biasanya akan didandani oleh orangtuanya dengan pakaian yang berwarna senada. Tak hanya itu, semua barang bahkan harus sama persis dikenakan mereka. Hal itu membuat mereka tampak semakin mirip dan terlihat kompak.
Namun, tak selamanya anak kembar akan kelihatan kompak dan akur. Seperti anak kecil pada umumnya, mereka kadang kala berselisih dan berkelahi.
Layaknya unggahan video di akun TikTok @rizkim06_5 yang menunjukkan sepasang balita kembar sedang asyik bermain. Tapi, tiba-tiba salah satu anak kembar itu malah mengganggu saudaranya.
Dalam video berdurasi singkat itu, tampak seorang bocah kembar sedang asyik mengutak-atik mainan mobil-mobilannya. Dia kelihatan serius memukul dan menggosok mobilnya itu dengan mainan tongkat berwarna kuning.
Tepat di belakang, saudaranya sedang duduk. Saudaranya itu terlihat penasaran dan gemas dengan dirinya yang asyik bermain mobil.
Lantas tanpa dosa, saudaranya itu langsung menarik rambut dan telinga kembarannya yang ada di depannya. Dia bahkan memasang buka gemas saat mengganggu kembarannya.
Merasa terganggu, balita kembar yang asyik bermain tongkat tersebut, spontan memukul kepala kembarannya yang telah mengganggunya bermain.
Setelah memukul, anak itu malah melanjutkan aktivitas bermainnya lagi.
Baca Juga: Heboh Karangan Bunga Isi Pesannya Menohok, Bawa-bawa Uang Haram
Alhasil, kembarannya itu pun dibuat menangis. Sambil memegang kepala ia lari ke arah perekam video yang diduga ibu kedua anak itu.
Rekaman video itu pun menjadi viral hingga ditonton lebih dari 3,2 juta kali. Lantaran menampilkan aksi dua bocah kembar saat berkelahi.
Sejumlah warganet pun memberikan komentarnya.
"Suara ketukannya kayak suara palu hakim," ujar akun @yossy_ap.
"Makanya jangan jahil dedek, kena balasannya. Enak kan rasanya," tutur akun @si_gabut13.
"Yang mukul santai banget," tulis akun @viinaaghsy.
Tag
Berita Terkait
-
Potret Wanita Berdaster Naik Motor Bikin Salfok, Cantik-cantik Bawa Rumput
-
Heboh Karangan Bunga Isi Pesannya Menohok, Bawa-bawa Uang Haram
-
Terekam CCTV, Karyawan Hotel Babak Belur Dikeroyok 7 Tamu Mabuk
-
Video 'Ganteng Doang, Bapak Tani' Viral, Pria Ini Habis Dihujat Warganet
-
Masuk UGD dan Jalani Operasi, Dosen Ini Tetap Mengajar Kelas Online
Terpopuler
- Banyak Kota Ketakutan Sampah Meluap, Mengapa Kota Tangerang Justru Optimis TPA-nya Aman?
- Apa Perbedaan Sepatu Lari dan Sepatu Jalan Kaki? Ini 6 Rekomendasi Terbaiknya
- 3 Mobil Bekas Daihatsu untuk Lansia yang Murah, Aman dan Mudah Dikendalikan
- 7 Promo Sepatu Reebok di Sports Station: Turun Sampai 70% Mulai Rp200 Ribuan
- 7 Lem Sepatu Kuat dan Tahan Air di Indomaret Murah, Cocok untuk Semua Jenis Bahan
Pilihan
-
Platform Kripto Indodax Jebol, Duit Nasabah Rp600 Juta Hilang Hingga OJK Bertindak
-
4 HP RAM 12 GB Paling Murah Januari 2026, Pilihan Terbaik untuk Gaming dan Multitasking
-
Eksplorasi Museum Wayang Jakarta: Perpaduan Sejarah Klasik dan Teknologi Hologram
-
4 Rekomendasi HP Murah RAM 8 GB Baterai Jumbo, Aman untuk Gaming dan Multitasking
-
4 HP Murah Layar AMOLED RAM 8 GB Terbaik, Visual Mewah Lancar Multitasking
Terkini
-
Dikira Maling, Pria Mabuk yang Panjat Atap Rumah Warga di Pancoran Ternyata Hanya...
-
Jerat Baru Pasal Perzinaan di KUHP Baru, Tak Beda Jauh dari yang Lama
-
Puluhan Mahasiswa UNISA Keracunan Usai Kegiatan Pembelajaran di RS Jiwa Grhasia, Ini Pemicunya?
-
Polisi Tunggu Hasil Toksikologi, Penyebab Kematian Satu Keluarga di Warakas Masih Misteri
-
KAI Daop 1 Layani 1,6 Juta Penumpang Selama Libur Nataru 2025/2026
-
Marak Tawuran Lagi di Jakarta, Stres di Pemukiman Padat Picu Emosi Warga?
-
Drama Sidang Nadiem Makarim: Kejahatan Diadili KUHP Lama, Hak Terdakwa Pakai KUHAP Baru
-
Potret Laras Faizati di Balik Jeruji: Memegang Secarik Kertas dan Doa Ibu Jelang Sidang Pembelaan
-
Kemen PPPA Kecam Aksi Ibu Mutilasi Bayi di Jember, Soroti Dampak Pernikahan Dini dan Pengasuhan
-
3 Pelajaran Berharga dari Venezuela Agar Sektor Energi Indonesia Tak Mudah Didikte Global