Suara.com - Arab Saudi dab Qatar akhirnya berpelukan setelah sempat berseteru selama dua setengah tahun spada pertemuan puncak regional.
Menyadur Sky News, Rabu (6/1/2021) Arab Saudi, Bahrain, UEA, dan Mesir memutuskan hubungan transportasi dan perdagangan dengan Qatar pada 2017, menuduhnya terkait dengan Iran dan ekstremis Islam.
Momen perdamaian tersebut terjadi ketika pimpinan Mesir datang ke Arab Saudi untuk menghadiri Konferensii Tingkat Tinggi (KTT).
Saat turun dari pesawat, Emir Qatar, Faisal bin Farhan al-Saud disambut langsung oleh penguasa de facto Saudi Putra Mahkota Mohammed bin Salman.
Kedua pemimpin negara Teluk tersebut terlihat saling berpelukan, sembari semua yang hadir dalam kesempatan itu mengenakan masker.
Momen detik-detik ketika kedua pemimpin tersebut saling berpelukan terekam dan banyak tersebar di media sosial, banyak diantara warganet menyorotinya.
"Sambutan hangat dari #MBS (Mahkota Mohammed bin Salman) kepada #Qatar Emir," tulis Nabeel Nowairah, seorang analis independen.
"Pelukan simbolis dari Putra Mahkota #SaudiArabia ... momen penting di #AlUla untuk seluruh persatuan Teluk dan Arab." tulis warganet lainnya.
Kedatangan emir Qatar di Al-Ula disiarkan langsung di TV pemerintah Saudi sementara media di Qatar memuji pelukan "hangat" menjelang KTT Dewan Kerjasama Teluk (GCC) yang "penting".
Baca Juga: Tak Puas dengan Nilai Ujian, Murid Nekat Tembak Gurunya Hingga Tewas
Pertemuan itu terjadi sehari setelah Kuwait mengumumkan keputusan Arab Saudi untuk membuka wilayah udara dan perbatasannya ke Qatar.
Terobosan diplomatik itu terjadi setelah desakan oleh pemerintahan Trump dan sesama negara Teluk Kuwait untuk menengahi diakhirinya krisis.
Satu-satunya perbatasan darat Qatar sebagian besar ditutup sejak pertengahan Juni 2017, ketika Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab, dan Bahrain memblokade terhadap negara yang kecil namun berpengaruh itu.
Perbatasan Saudi, yang diandalkan Qatar untuk impor produk susu, bahan bangunan, dan barang-barang lainnya, dibuka sebentar selama tiga tahun terakhir untuk memungkinkan warga Qatar menunaikan ibadah haji.
Belum jelas konsesi apa yang dibuat Qatar terkait perubahan dalam kebijakannya.
Emir Qatar hanya menghadiri KTT GCC sekali - ketika diselenggarakan oleh Kuwait - sejak blokade diluncurkan. Dua KTT berikut diadakan di Arab Saudi dan dia malah mengirim utusan.
Normalisasi dengan Qatar dapat membeli waktu Arab Saudi untuk melakukan kompromi dengan pemerintahan Biden tentang masalah lain, seperti perangnya di Yaman dan potensi keterlibatan kembali AS dengan Iran, kata Samuel Ramani, seorang rekan non-residen di Forum Internasional Teluk.
"Arab Saudi dapat membingkai detente parsial, yang memungkinkan pesawat sipil Qatar terbang di atas wilayah udara Saudi dan mengurangi perang informasi, sebagai bukti 'pemikiran baru' di Riyadh," kata Ramani, dikutip dari France24.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali