Suara.com - Wakil Ketua Fraksi PKS di DPR RI, Sukamta menyayangkan langkah pemerintah dalam agenda vaksinasi yang ia nilai terkesan melewati prosedur kesehatan. Pasalnya, pemerintah sudah menjadwalkan vaksinasi walau uji klinis tahap tiga dan izin edar belum keluar.
Sikap pemerintah yang dipandang melewati prosedur kesehatan itu juga terkait dengan pembelian vaksin. Menurut Sukamta, sikap pemerintah yang demikian justru bisa menambah keraguan sebagian masyarakat terhadap vaksin yang akan digunakan.
"Pemerintah saat lakukan uji klinis fase 3 terhadap lebih dari 1.500 relawan dengan vaksin Sinovac menyatakan akan menunggu hasilnya yang akan keluar di bulan Januari-Februari 2021, juga menunggu izin edar BPOM. Namun demikian hasil uji klinis belum keluar pemerintah sudah datangkan 3 juta vaksin dari Cina dan bahkan saat ini sudah mulai didistribusikan ke berbagai daerah," kata Sukamta kepada wartawan, Kamis (7/1/2021).
Menurut Sukamta, hal tersebut menggambarkan ketidaksesuaian dengan pernyataan pemerintah di awal. Ia merasa sikap pemerintah bukan cuma misinformasi tetapi sudah masuk kategori mismanajemen.
Buruk dan inkonsisten pemerintah dalam mengambil kebijakan terkait penanganan Covid-19 dan vaksinasi bisa berdampak kepada masyarakat. Di mana, kata Sukamta, saat ini masyarakat terpapar informasi dari berbagai kanal termasuk melalui media sosial yang sumbernya tidak jelas bahkan cenderung hoaks.
"Termasuk soal rencana vaksinasi Covid, sosialiasi yang dilakukan pemerintah kalah gencar dengan opini anti vaksin atau hoaks soal vaksin yang beredar di dunia maya. Ini menyebabkan sebagian masyarakat merasa takut untuk divaksin. Ini akan menyebabkan upaya sosialisasi lebih berat dilakukan," ujar Sukamta.
Tag
Berita Terkait
-
Update Covid-19 Global: Infeksi Harian Indonesia Terbanyak ke-3 di Asia
-
Jenazah Covid-19 Nyaris Tertukar di RSUD Bogor, Begini Reaksi Bima Arya
-
Terus Bertambah, Kasus Corona di Bogor Tembus 5.800
-
Pasien Covid-19 Melonjak, Rumah Sakit di Jateng Mulai Kuwalahan
-
Aliff Alli Kritis, Kenali 5 Penyakit yang Memperburuk Gejala Virus Corona!
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali
-
Demi Jam Terbang, Persib Bandung Resmi Pinjamkan Henhen Herdiana ke PSM Makassar