News / metropolitan
Erick Tanjung | Fakhri Fuadi Muflih
Ilustrasi Covid-19 (Elements Envato)

Suara.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melaporkan ada 111 klaster Covid-19 keluarga baru. Kejadian ini bertepatan setelah libur natal dan tahun baru usai.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia menjelaskan sejauh ini sudah ada 33 dari total 44 Kecamatan yang melaporkan kemunculan klaster keluarga. Data ini dikumpulkan setelah libur natal dan tahun baru yakni dari 3 sampai 8 Januari 2021.

Dari 111 klaster itu, dilaporkan ada 351 klaster keluarga. Mereka adalah kelompok yang melakukan perjalanan ke luar kota saat libur nataru.

"Untuk klaster keluarga pascalibur Nataru di mana sebagian warga beraktivitas ke luar DKI Jakarta, terdapat 111 klaster keluarga dengan total 351 kasus positif teridentifikasi," kata Dwi dalam keterangan tertulis, Jumat (8/1/2021).

Baca Juga: Khawatir Klaster Libur Nataru, Pemprov DKI Tambah Tiga RS Rujukan Covid-19

Dari data yang dipublikasi Dinas Kesehatan, dari 351 pasien positif Covid-19, 55 orang di antaranya melakukan perjalanan ke Jawa Barat. Lalu 16 orang ke Jawa Tengah, 9 ke Yogyakarta, 7 ke Jawa Timur, dan 4 ke Bali.

Sisanya dari 3 sampai 1 orang melakukan perjalan ke Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Lampung, Sumatera Barat, hingga Papua selama libur nataru.

Kendati demikian, Dwi meyakini jumlah klaster keluarga akan terus bertambah dalam waktu dekat. Terlebih lagi puncak penambahannya diprediksi terjadi pada 17-31 Januari mendatang.

"Adapun puncak penambahan kasus efek libur Nataru diprediksi 14 hari sesudah libur, yakni pada 17 Januari - 31 Januari 2021," pungkasnya.

Baca Juga: Airlangga Sebut Kasus Covid-19 Meningkat Pasca Libur Natal dan Tahun Baru

Komentar