Kemarin sore, Presiden Joko Widodo memanggil para menteri terkait untuk rapat terbatas membahas perkembangan kasus yang telah menembus angka satu juta.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan perkembangan ini mempunyai dua makna yang mesti disadari semua orang.
Pertama, ini menjadi duka cita karena banyak orang yang telah meninggal dunia, termasuk tenaga kesehatan yang berada di garda terdepan menangani Covid-19.
Kedua, semua mesti bekerja keras mengatasi pandemi, baik dengan menjalankan 3M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan) maupun 3T (testing, tracing dan treatment).
"Semua ahli epidemiologi mengatakan kepada saya bahwa untuk mengatasi pandemi, satu hal utama yang harus diingat yaitu harus mengurangi laju penularan dari virus," kata Budi.
Budi mengatakan dengan mengurangi laju penularan virus, beban fasilitas kesehatan tidak terlalu berat dan memiliki lebih banyak waktu untuk merespons virus.
Budi Gunadi mengatakan kehidupan masyarakat di Indonesia setelah dan sebelum pandemi akan berbeda.
"Kita harus memastikan, kita harus bekerja keras mengingatkan diri kita sendiri, mengingatkan teman-teman kita, mengingatkan keluarga kita dan seluruh rakyat yang ada di lingkungan kita agar kita disiplin protokol kesehatan, yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak kita patuhi," kata Budi.
Hal kedua yang harus dilakukan bersama-sama adalah melakukan testing, tracing dan isolasi mandiri.
Baca Juga: Gelombang Kedua Covid-19, Peru Kunci Total 10 Negara Bagian
"Ini tanggung jawabnya ada di Kementerian Kesehatan untuk memastikan bahwa program testing dari rakyat yang diduga terkena, juga melakukan tracing atau pelacakan terhadap kontak erat dari yang sudah positif dan harus menyiapkan tempat isolasi yang nyaman agar yang bersangkutan bisa sembuh tanpa menulari teman-teman yang lain," kata Budi Gunadi.
Kementerian Kesehatan menyatakan akan bekerja ekstra keras untuk memastikan program testing, tracing, dan isolasi bisa dilakukan dengan baik.
"Saya percaya bahwa seluruh rakyat Indonesia memiliki modal sosial yang sangat besar untuk bisa melakukan ini bersama-sama," kata Budi.
Genjot 3T, jangan prokes melulu
Indonesia kini menjadi negara pertama di Asia Tenggara dengan angka kasus Covid-19 menembus satu juta.
Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman mengingatkan tindakan tracing, testing, dan treatment sama pentingnya dengan 3M.
"Jangan dilupakan bukan hanya prokes, itu kan (dijalankan) masyarakatnya, tapi 3T nya jauh lebih penting daripada vaksinasi dan dari prokes itu," kata Dicky kepada Ria Rizki, jurnalis Suara.com, Selasa (26/1/2021), malam.
Dia menyebut cakupan testing di Indonesia masih rendah, yakni sekitar 32 ribu per satu juta populasi.
"Ini satu performa testing yang rendah sekali," ujarnya.
Jika dibandingkan dengan negara terdekat yang juga memiliki satu juta kasus Covid-19, mereka mampu melakukan testing lima kali hingga enam kali lipat lebih banyak dari Indonesia.
Dicky menduga angka kasus yang ada sebenarnya lebih dari yang diumumkan pemerintah.
Dicky khawatir terjadi ledakan kasus di tengah program vaksinasi yang sekarang sedang berlangsung.
"Itu bukan hal yang tidak mungkin dan tidak ada jaminan juga vaksinasi itu akan berhasil, apalagi dengan strategi 3T yang sangat tidak memadai ini yang harus dipahami, diluruskan dan ditegaskan."
Pengaruhi nilai tukar rupiah
Dalam laporan Achmad Fauzi, jurnalis Suara.com, pergerakan nilai tukar rupiah pada Rabu (27/1/2021) dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat dibandingkan penutupan Selasa kemarin.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka menguat di level Rp14.050 per dolar AS dibanding penutupan Selasa kemarin yang berada di level Rp14.065 per dolar AS.
Namun penguatan terhenti, rupiah berbalik melemah, terpantau pada pukul 09.25 WIB rupiah melemah dari pembukaan di level Rp14.066 per 1 dolar AS.
Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan kekhawatiran peningkatan kasus Covid-19 bisa membatasi penguatan.
Tapi di sisi lain, menjelang pengumuman hasil rapat moneter Bank Sentral AS, The Fed, dolar AS terlihat melemah terhadap nilai tukar lainnya.
"Rupiah bisa menguat hari ini karena sentimen tersebut," kata Ariston.
Pasar kemungkinan mengantisipasi kemungkinan Bank Sentral AS akan memberikan pernyataan yang mendukung kebijakan suku bunga rendah dalam jangka waktu yang lebih lama untuk membantu pemulihan ekonomi AS.
"Sikap The Fed ini bisa menekan dolar AS," kata dia.
Berita Terkait
-
Ruhut Sitompul Sentil Pelapor Pandji Pragiwaksono: Gagal Total dan Bikin Malu
-
Film Sukma Garapan Baim Wong Tembus 1 Juta Penonton
-
Pulang dari Mekkah, Jemaah Haji Diminta Waspada dengan Gejala Covid-19
-
Kasus Kembali Meledak di Jakarta, Pramono Anung: COVID-19 Urusan Menkes!
-
Waspada Covid-19, Pakar Paru Sarankan Pemerintah Kembali Beri Vaksin Untuk Kelompok Rentan
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris
-
Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026
-
Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI
-
Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI
-
Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las
-
Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan