Suara.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan perasaannya setelah genap satu bulan ditunjuk Presiden Joko Widodo memimpin Kementerian Kesehatan di masa pandemi Covid-19.
Budi mengatakan dirinya sangat merasakan beban yang sangat berat menjadi menkes, terutama dalam penanganan Covid-19, namun dia tetap yakin pandemi bisa teratasi.
"Ini pas saya sebulan jadi menteri, rasanya sudah kerja 10 tahun ini. Karena bebannya berat sekali, tapi saya merasa tidak mungkin saya bisa lakukan ini sendiri, tapi saya percaya kalau seluruh modal sosial dari teman-teman rakyat Indonesia, insyaallah kita bisa mengatasi pandemi ini," kata Budi dalam diskusi MGN Summit, Rabu (27/1/2021).
Budi bahkan menyebut jabatan yang diembannya sekarang ini jabatan yang unik karena tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya.
"Buat saya agak unik juga bisa ketemu jabatan ini, tetapi saya percaya ini sudah amanah dari atas saya ditugaskan untuk menyelesaikan pandemi ini," ujarnya.
Diketahui, Budi Gunadi yang sebelumnya menjabat Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara ditunjuk Jokowi menggantikan Menkes Terawan Agus Putranto sejak 22 Desember 2020 lalu.
Budi Gunadi sebelumnya juga turut andil bagian dalam penanganan dampak pandemi sebagai Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Pusing Harga Pakan Naik? Peternak di Lombok Ini Sukses Tekan Biaya Hingga 70 Persen Lewat Maggot
-
Persib Perketat Keamanan Jelang Lawan Bali United, Suporter Tamu Dilarang Hadir
-
Petaka di Parkiran Pasar: Nabi Tewas Digorok, Pelaku Dihabisi Massa, Polisi Diam
-
DPR Minta Kemenaker Siaga Hadapi Ancaman PHK Akibat Gejolak Global
-
Kejati Jakarta Sita Sejumlah Dokumen Usai Geledah Ruangan Dirjen SDA dan Cipta Karya Kementerian PU
-
Diperiksa KPK, Haji Her Bantah Kenal Tersangka Korupsi Bea Cukai
-
Lift Mati Saat Blackout, 10 Penumpang MRT Lebak Bulus Dievakuasi Tanpa Luka
-
Ada Nama Riza Chalid, Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Dugaan Korupsi Petral
-
Al A'Raf: Panglima TNI dan Menhan Harus Diminta Pertanggungjawaban di Kasus Andrie Yunus
-
PLN Buka Suara Soal Listrik Padam di Jakarta, Begini Katanya