Suara.com - Forum Pendiri dan Senior Partai Demokrat mengeluhkan gaya kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono. Semenjak menjabat Ketua Umum, AHY dianggap telah membuat beberapa kebijakan partai tidak selaras seperti sebelumnya.
Keluhan itu di antaranya datang melalui cara Partai Demokrat dalan menentukan pasangan calon kepala daerah di provinsi, kabupaten/kota.
Mantan Ketua Komisi Pengawas Partai Demokrat Ahmad Yahya mengatakan ada perbedaan kebijakan dalam menentukan paslon di Pilkada. Di mana Partai Demokrat era AHY cenderung menyentralisasikan penentuan paslon kepada DPP. Padahal hal tersebut tidak pernah terjadi.
"Setelah kepemimpinan tersebut di atas, sepenuhnya ditarik ke DPP dan tidak memperhatikan usulan/aspirasi daerah. Khususnya daerah kabupaten/kota," kata Yahya dalam konferensi pers di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (2/2/2021).
Yahya mengungkapkan era kepemimpinan di bawah Ketua Umun sebelum AHY, justru DPD dan DPC diberikan kebebasan dalam menentukan paslon kepala daerah di wilayahnya masing-masing.
"Proses penentuan pasangan calon kepala daerah di provinsi, kabupaten/kota yang diusulkan oleh Partai Demokrat pada kepemimpinan ketua umum sebelumnya, Prof Budi Santoso, Hadi Utomo, dan Anas Urbaningrum diserahkan penuh kepada pengurus DPD dan DPC di daerahnya masing-masing," kata Yahya.
Berita Terkait
-
Pendidikan AHY Dikulik, Caranya Tanggapi Tragedi KRL Dinilai Lebih Bijak dari Menteri PPPA
-
AHY Minta Evakuasi Gerbong KRL di Bekasi Timur Rampung Sore Ini, Target Malam Sudah Normal
-
Murni Penembakan atau Siasat Trump? Republik Tuduh Partai Demokrat sebagai Biang Kerok
-
Butuh Rp1.200 Triliun, Pemerintah Berencana Garap 14.000 Km Jalur Kereta Api
-
Tak Hanya Tiket Pesawat, AHY Klaim Pemerintah Jaga Tarif Angkutan Darat dan Laut dari Dampak Perang
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Jejak Pelarian Pengasuh Ponpes Ndolo Kusumo Pati Berakhir di Wonogiri, Muka Lesu Tangan Diborgol
-
Letjen Robi Herbawan Ditunjuk Jadi Kabais TNI
-
Isu Persija vs Persib Tergusur Acara GRIB Jaya, Pramono: Saya Tidak Mau Berspekulasi
-
Donald Trump: Ayolah Iran, Kibarkan Bendera Putih
-
Ade Armando Resmi Keluar dari PSI, Pengamat Sebut Demi Selamatkan Citra Partai
-
Mensos Gus Ipul Sambangi KPK Besok, Minta Nasihat Terkait Pengadaan Sekolah Rakyat yang Disorot
-
Gelandang Botafogo Danilo Incar Satu Slot Timnas Brasil di Piala Dunia 2026: Banyak Pemain Top
-
Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Intelijen Itu Alat Negara, Bukan Alat Emosi
-
Menkes Budi Waspadai Hantavirus Masuk Indonesia, Rapid Test hingga PCR Disiapkan
-
Akan Disampaikan di Forum Dunia, 3 Poin tentang Kekerasan Anak yang Tak Bisa Lagi Diabaikan