- Menko Infrastruktur AHY menyatakan pemerintah berupaya menekan dampak kenaikan harga tiket pesawat bagi masyarakat Indonesia saat ini.
- Konflik di Timur Tengah menyebabkan penutupan Selat Hormuz sehingga menghambat suplai bahan bakar avtur secara global.
- Harga avtur yang melonjak drastis hingga mencapai Rp23.551 per liter memengaruhi 40 persen biaya operasional maskapai nasional.
Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, pemerintah bakal terus melakukan upaya agar kenaikan tarif penerbangan tidak semakin memburuk.
Kenaikan tiket pesawat sendiri akibat konflik antara Iran vs Amerika Serikat dan Israel. Sehingga Iran menutup Selat Hormuz yang menyebabkan suplai bahan bakar menjadi terhambat.
“Tentunya kita terus mengelola agar tidak ada dampak yang terlalu buruk bagi masyarakat,” kata AHY, dalam kegiatan bakti sosial di Gereja Santo Andreas, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Minggu (12/4/2026).
Meski konflik antara Iran vs AS, dan Israel tersebut terjadi di Timur Tengah, namun ha ini menjadi perhatian banyak pihak. Terutama pemerintah Indonesia, karena penutupan Selat Hormuz berkaitan dengan energi.
“Kita waspada ya, terkait dengan energi memang ini juga yang menjadi perhatian kita semuanya,” katanya.
“Walaupun itu terjadi di belahan dunia yang lain, tetapi apa yang terjadi di Timur Tengah, perang Iran dan juga situasi di Selat Hormuz tentunya perlu kita antisipasi,” imbuhnya.
Saat ini pemerintah sedang berusaha sekuat mungkin agar masyarakat di Indonesia tidak begitu terdampak akibat kenaikan biaya transportasi.
“Kami pemerintah berusaha sekuat tenaga tentunya, upaya agar masyarakat juga tidak terlalu terdampak, termasuk di biaya transportasi di lautan maupun di darat,” tandasnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, telah menyetujui penyesuaian harga tiket pesawat menyusul meroketnya harga avtur dunia.
Baca Juga: Blokade Selat Hormuz Penghambat Utama Kesepakatan Damai Amerika Serikat dan Iran
Airlangga mencatat, kenaikan harga avtur telah terjadi secara global, di mana harga di Thailand menyentuh Rp29.518 per liter dan Filipina Rp25.326 per liter.
Di Indonesia, per 1 April 2026, harga avtur di Bandara Soekarno-Hatta mencapai Rp23.551 per liter. Menurut Airlangga komponen bahan bakar ini sangat krusial karena memengaruhi struktur biaya operasional maskapai nasional hingga sebesar 40 persen.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Tower Provider di Kembangan Roboh Timpa 2 Kontrakan, Polisi Dalami Unsur Pidana Kelalaian Kerja!
-
Bapanas Proyeksikan 7 Komoditas Pangan Pokok Bebas Impor pada 2026, Stok Beras Capai 16 Juta Ton!
-
Doa Saja Tidak Cukup, Vatikan Minta Umat Katolik AS Bergerak Hentikan Perang Amoral Trump di Iran
-
Andrie Yunus Berjuang Pulih: Jalani 5 Kali Operasi dan Cangkok Kulit Paha Akibat Teror Air Keras!
-
Iran Ungkap Alasan Gagalnya Perundingan dengan AS di Pakistan
-
Menolak Takut! 30 Hari Tragedi Air Keras Andrie Yunus, Aktivis Tandai Lokasi Penyiraman Pakai Mural
-
Skandal Kakak-Beradik: KPK Duga Legislator Jatmiko Tahu Praktik Pemerasan Bupati Tulungagung!
-
Sentil Pemprov DKI Soal Preman Tanah Abang, Kevin Wu: Jangan Baru Gerak Kalau Sudah Viral!
-
Pakistan Mendadak Kirim Jet Tempur ke Arab Saudi, Ada Apa?
-
Pelindo Catat 2,6 Juta Penumpang Masa Lebaran 2026, Meningkat 14,14%