News / Nasional
Minggu, 12 April 2026 | 18:34 WIB
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). [Suara.com/Faqih]
Baca 10 detik
  • Menko Infrastruktur AHY menyatakan pemerintah berupaya menekan dampak kenaikan harga tiket pesawat bagi masyarakat Indonesia saat ini.
  • Konflik di Timur Tengah menyebabkan penutupan Selat Hormuz sehingga menghambat suplai bahan bakar avtur secara global.
  • Harga avtur yang melonjak drastis hingga mencapai Rp23.551 per liter memengaruhi 40 persen biaya operasional maskapai nasional.

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, pemerintah bakal terus melakukan upaya agar kenaikan tarif penerbangan tidak semakin memburuk.

Kenaikan tiket pesawat sendiri akibat konflik antara Iran vs Amerika Serikat dan Israel. Sehingga Iran menutup Selat Hormuz yang menyebabkan suplai bahan bakar menjadi terhambat.

“Tentunya kita terus mengelola agar tidak ada dampak yang terlalu buruk bagi masyarakat,” kata AHY, dalam kegiatan bakti sosial di Gereja Santo Andreas, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Minggu (12/4/2026).

Meski konflik antara Iran vs AS, dan Israel tersebut terjadi di Timur Tengah, namun ha ini menjadi perhatian banyak pihak. Terutama pemerintah Indonesia, karena penutupan Selat Hormuz berkaitan dengan energi.

“Kita waspada ya, terkait dengan energi memang ini juga yang menjadi perhatian kita semuanya,” katanya.

“Walaupun itu terjadi di belahan dunia yang lain, tetapi apa yang terjadi di Timur Tengah, perang Iran dan juga situasi di Selat Hormuz tentunya perlu kita antisipasi,” imbuhnya.

Saat ini pemerintah sedang berusaha sekuat mungkin agar masyarakat di Indonesia tidak begitu terdampak akibat kenaikan biaya transportasi.

“Kami pemerintah berusaha sekuat tenaga tentunya, upaya agar masyarakat juga tidak terlalu terdampak, termasuk di biaya transportasi di lautan maupun di darat,” tandasnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, telah menyetujui penyesuaian harga tiket pesawat menyusul meroketnya harga avtur dunia.

Baca Juga: Blokade Selat Hormuz Penghambat Utama Kesepakatan Damai Amerika Serikat dan Iran

Airlangga mencatat, kenaikan harga avtur telah terjadi secara global, di mana harga di Thailand menyentuh Rp29.518 per liter dan Filipina Rp25.326 per liter.

Di Indonesia, per 1 April 2026, harga avtur di Bandara Soekarno-Hatta mencapai Rp23.551 per liter. Menurut Airlangga komponen bahan bakar ini sangat krusial karena memengaruhi struktur biaya operasional maskapai nasional hingga sebesar 40 persen.

Load More