Juma, perempuan berumur 60 tahun korban gempa di Desa Botteng Utara, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. (Suara.com/Bagaskara)
"Sudah 13 hari. Terluka tak bisa jalan. Bisa berjalan cuma agak sakit dipakai jalan," begitu kata menantunya.
Lebih lanjut, Juma dan keluarga kekinian hanya bisa pasrah menerima keadaan. Bukan tak mau berobat, fasilitas kesehatan usai gempa juga ikut terdampak. Belum lagi biaya yang harus keluarkan.
Sejumlah relawan memang sudah sesekali nampak di posko pengungsian korban gempa di Desa Botteng Utara. Namun, semua masih fokus salurkan bantuan pangan dan logistik. Sementara pelayanan kesehatan masih terbilang minim.
"Di sini juga ada beberapa orang yang alami luka. Bahkan ada satu orang meninggal anak-anak umur 7 tahun," tutur Udin.
"Harapan saya sih kalau bisa diobatin lah mertua saya biar cepat sembuh. Itu saja sih," tutupnya.
Komentar
Berita Terkait
-
Pembelajaran Gempa Sulbar, Fenonema dan Dampak Kerusakan Bangunan
-
ACT Distribusikan 1.000 Ton Bantuan untuk Korban Gempa Sulbar
-
Pakai Motor Trail, PLN Tangani Area Terisolir Gempa Sulbar
-
Terisolir Akibat Gempa Sulbar, Warga di Perbukitan Majene Alami Krisis Air
-
Potret Warga Majene Pascagempa: Kena Penyakit, Terisolir, Minim Bantuan
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Garuda Pertiwi Runner-up Srikandi Merdeka Cup 2026, Timo Scheunemann Puji Mental Pemain
-
Iqro', Lagu yang Bikin Saya Mikir Ulang soal Kesombongan Sendiri
-
4 Zodiak Paling Hoki 24 Agustus 2026, Diprediksi Ketiban Rezeki dan Keberuntungan
-
Romantis Sekaligus Realistis & Alasan Lain yang Bikin Harus Nonton Film "Dan Bandung" di Bioskop
-
Warga Kepulauan Seribu Ingin Transportasi Laut Murah, Transjakarta Siap Ambil Alih
-
IHSG Masih Bertengger di Level 6.500 Pagi Ini, Pantau BBNI
-
Lulusan Terbaik Undip Antre Jadi Buruh: Saat Ijazah Sarjana Tak Lagi Menjamin Pekerjaan
-
Lewat Skema Transfer, Kendal Tornado FC Datangkan Fikron Afriyanto dari Persijap
-
Gubernur Khofifah Dorong Trauma Healing Berkelanjutan di Lokasi Pengungsian Pascagempa NTT
-
Emas Antam Melambung Tinggi, Harganya Rp2,75 Juta/Gram