Suara.com - Kapal Kemanusiaan yang berisi 1.000 ton bantuan logistik hingga pangan untuk korban gempa bumi Kabupaten Majene dan Kabupaten Mamuju akhirnya sampai dan bersandar di Pelabuhan Belang-belang, Mamuju, Sulawesi Barat.
Berdasarkan pantauan Suara.com di lokasi, acara penyambutan kapal kemanusiaan milik lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) sudah bersandar sejak Senin (1/2/2021). Kapal diberangkatkan dari Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara, Kamis (28/1).
Penyambutan kapal kemanusiaan serta pendistribusian bantuan dihadiri sejumlah tokoh setempat seperti Gubernur Sulbar Andi Ali Baal Masdar hingga Kapolda Sulbar Irjen Eko Budi Sampurno.
Regional Head ACT Wilayah Timur, Syahrul Mubarak, mengatakan bahwa kapal kemanusiaan bukan lah hal yang baru dilakukan ACT. Adanya program tersebut merupakan jembatan kebaikan.
"Melalui kapal kemanusiaan bisa menjadi jembatan kebaikan untuk para dermawan di luaran sana," kata Syahrul di Pelabuhan Belang-belang, Mamuju, Sulbar, Selasa (2/2/2021).
Syahrul mengatakan lewat kapal kemanusiaan ACT ingin menyampaikan pesan bahwa bencana yang dialami warga Kabupaten Mamuju dan Majene adalah bencana bersama. Ia meminta warga tak merasa berjuang sendirian.
"Bahwa saudara-saudara di Sulbar itu bukan bencana dialami tapi bencana kita bersama, derita yang dialami bukan lah derita yang dialami sendiri tapi derita kita bersama. Jadi kita saudara sama-sama," tuturnya.
Sementara itu, Gubernur Sulbar Andi Baal menyampaikan dengan adanya bantuan tersebut diharapkan bisa tersalurkan kepada warga terdampak.
"Terimakasih kepada ACT Indonesia atas kepedulian semoga bantuan ini menjadi berkah," tuturnya.
Baca Juga: Terisolir Akibat Gempa Sulbar, Warga di Perbukitan Majene Alami Krisis Air
Lebih lanjut, Andi berharap sinergitas antara ACT dengan pemprov setempat bisa terus dikembangkan. Menurutnya, kerjasama tersebut jangan sampai terputus.
"Kami berharap kerjasama bisa berlanjut dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat Sulbar," tandasnya.
Adapun untuk diketahui, 1000 ton bantuan pangan hingga logistik yang dibawa kapal kemanusiaan dari Jakarta menuju Sulbar tersebut dikumpulkan dari donasi selama kurang lebih 10 hari. Nantinya, pendistribusian bantuan dilakukan secara bertahap, dimana awal akan disalurkan 50 ton terlebih dahulu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Bantah Cuma Galak ke Ojol, Dishub DKI: Mobil Pribadi Parkir Liar Banyak Kami Derek!
-
Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser
-
Buntut Kasus Sulis, Dishub DKI Janji Siapkan Parkir Khusus Ojol di Mal
-
Penyintas Bencana di Pidie Jaya Ubah Dana Stimulan Jadi Modal Usaha
-
Mulai Besok! Eks Karyawan Hotel Sultan Wajib Lapor ke Posko GBK Demi Kepastian Nasib
-
'Efisiensi Tebang Pilih', Ekonom CELIOS: Dana Transfer Dipangkas Bikin Daerah Mandul!
-
Predator Anak di Cakung DItangkap: Nekat Jebol Atap Rumah Demi Kabur usai Kepergok Warga
-
Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng
-
Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua
-
Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen