Paginya kami diminta datang dan membawa surat-surat dari kelurahan, harapannya 3 RT yang belum kebagian bisa dapat dan hanya dapat 25 kilogram.
Yowes lah...
Isin jane (malu sebenarnya--Red) ..tapi apakah kudu seperti ini..mohon infonya ya lur..
Komentar pengguna Facebook yang lain
"Nanti disidak dadakan sama pak Ganjar berderai air mata," tulis seorang warganet.
"VIRALin aja....biar ndang dipecat....DINSOS MENSOS isinya sarang PENYAMUN doang," tulis warganet dengan akun Anto J**.
"Woohh malah karaoke, kebangetan," tulis warganet dengan akun Fajar Gu****.
Jokowi Minta Warga Kritik Pemerintah
Presiden Joko Widodo meminta masyarakat lebih aktif memberi kritik kepada Pemerintah guna meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Baca Juga: Bikin Mewek! Bocah Kumandangan Azan untuk Jenazah Sang Ayah, Videonya Viral
Dalam kesempatan yang sama, mantan Wali Kota Solo itu juga menilai, pelayanan publik di Indonesia menunjukkan banyak perbaikan. Namun, ia ingin perbaikan kian dilakukan secara masif.
Jokowi Mau Rakyat Aktif Kritik, Iwan Sumule: Nanti Dipenjarain, Maunya Apa?
Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM), Iwan Sumule angkat bicara mengenai permintaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar rakyat bisa aktif menyampaikan kritik.
Melalui akun Twitter miliknya @ketumprodem, Iwan mempertanyakan sikap Jokowi tersebut.
Iwan mengutip pemberitaan salah satu media online yang mewartakan Jokowi meminta rakyat aktif menyampaikan kritik dan masukan.
Menurut Iwan, ketika rakyat sudah mulai aktif menyampaikan kritik justru akan dipenjarakan.
Ia juga sempat mengungkit mengenai Jokowi yang rindu didemo. Namun, ketika sudah didemo warga justru pendemo dipukuli oleh aparat.
"Kemarin bilang kangen didemo. Ketika ada yang demo digebukin. Sekarang bilang rakyat harus aktif sampaikan kritik. Tapi, ketika lakukan kritik, dipenjarain," kata Iwan seperti dikutip Suara.com, Senin (8/2/2021).
Iwan memberikan contoh beberapa aktivis ProDEM yang aktif menyuarakan pendapat namun berujung dipenjara.
Mereka adalah Jumhur Hidayat dan Syahganda Nainggolan yang hingga kini harus meringkuk di balik jeruji sel usai mengkritik pemerintah.
"Aktivis ProDEM, Jumhur Hidayat dan Syahganda dipencra karena lakukan kritik," ungkap Iwan.
Iwan mempertanyakan sikap Jokowi tersebut yang dinilainya tidak konsisten dengan realita yang ada.
"Pak @jokowi maunya apa?" tanya Iwan.
Berita Terkait
-
Dapat Kado Keranda Mayat dari BEM UI, Kapolri Akui Polri Belum Sempurna dan Butuh Kritik
-
Viral Aneh di Piala Dunia 2026: Foto Lewat TV dan Unggah di Sosmed Jadi Tren
-
3 Foundation Lokal Alternatif Giorgio Armani, Simak Klaim dan Review Pembelinya
-
Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris
-
Review Viral Hit: Perjalanan Heroik Remaja Melawan Bullying secara Live
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Ada di Rumah Saat OTT, Istri Kedua Bupati Kuansing Semapat Diamankan KPK Terkait Suap Jabatan
-
TikTok PHK Ratusan Karyawan Posisi Penting di Irlandia, Lebih Pilih Pakai AI
-
Harga BBM Non Subsidi Malaysia Turun, Segini Jadinya
-
Kenapa Malaysia Terapkan 2 Hari WFH untuk PNS Mulai Agustus 2026?
-
Ada Pihak Bantu Bupati Kuansing Saat OTT, KPK Sempat Kehilangan Jejak
-
Wamensos Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kulon Progo, Progres Capai 91 Persen
-
Polri Diminta Kuasai KUHP-KUHAP Baru, Kepastian Hukum Jadi Taruhan
-
Korban Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 Bertambah, 3 Taruna Meninggal Dunia
-
Diduga Didiskriminasi Sekolah, Pendidikan Siswa Disabilitas Psikososial Ini Terancam
-
Terdakwa TPPU Sebut Ada Permintaan Dana Pilpres Rp21,5 M, Nama Eks Pangdam Terseret