Suara.com - Pernahkah Anda mendengar atau merayakan Hari Bahasa Ibu Internasional? Hari Bahasa Ibu Internasional jatuh setiap 21 Februari. Lantas bagaimana sejarah Hari Bahasa Ibu Internasional?
Hari Bahasa Ibu Internasional merupakan hari yang diresmikan oleh PBB pada Sidang Umum ke-30 yang diadakan pada 1990. Hari itu untuk memperingati keberagaman budaya dan bahasa yang dimiliki setiap golongan masyarakat di dunia.
Tapi tahukah Anda, bahwa sejarah Hari Bahasa Ibu Internasional memiliki banyak sisi kelam?
Sejarah Hari Bahasa Ibu Internasional
Awal kemunculan hari bermakna ini sendiri adalah dari budaya Bangladesh, yang memperjuangkan penggunaan bahasa Bengal di wilayahnya. Penggunaan bahasa Bengal sendiri sebenarnya sudah cukup lama di wilayah Bengal Timur (yang kemudian jadi Bangladesh).
Namun pemerintahan Bengal Barat (saat ini Pakistan), justru menetapkan bahasa Urdu sebagai bahasa resmi wilayah tersebut. Hal ini kemudian memicu protes dari berbagai golongan masyarakat di sana, karena merasa bahasa Urdu bukan bahasa yang mereka kenal dan gunakan sejak kecil.
Pertikaian meletus pada 21 Februari 1952. dimana aparat kepolisian menembaki demonstran yang melakukan protes. Beberapa nama besar gugur pada peristiwa tersebut. Namun berhasil menjadikan bahasa Bengal sebagai satu bahasa resmi di Bangladesh pada tahun 1956.
Maka sejak setahun setelah protes, rakyat Bengal Timur sudah merayakan Hari Peringatan Bahasa. Baru pada tahun 1971, Bangladesh memerdekakan diri dan memisahkan diri dari wilayah Pakistan
Wacana internasional perayaan hari Bahasa Ibu Internasional sendiri tercetus pada tahun 1998, oleh Rafiqul Islam, warga Bangladesh yang hidup di Kanada.
Baca Juga: Sejarah Kelam dan Berdarah Hari Valentine yang Jarang Diungkap
Usulan ini diterima oleh PBB, dan meresmikannya pada tahun berikutnya. Peringatan tersebut difokuskan pada perayaan keanekaragaman bahasa dan budaya masyarakat di seluruh dunia.
Perayaan pada 21 Februari
Perayaan Hari Bahasa Ibu Internasional sendiri kemudian mulai dilakukan sejak tahun 2000, dan masih tetap berlanjut hingga kini.
Sekali lagi yang perlu diingat, perayaan ini bukan untuk mengingat peristiwa berdarah yang terjadi di Bangladesh. Namun lebih kepada perayaan keberagaman bahasa dan budaya masyarakat yang ada di seluruh dunia. Keanekaragaman seharusnya jadi dasar untuk sesama umat manusia saling menghargai.
Sedikit uraian mengenai sejarah Hari Bahasa Ibu Internasional tersebut semoga bisa menjadi pengetahuan yang menarik untuk Anda semua. Selamat menantikan perayaan keberagaman, dan semoga hari Anda menyenangkan!
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Bukan Menlu, Sosok Menteri Ini yang Jemput Langsung Presiden Jerman di Tangga Pesawat
-
Fakta-fakta Kesepakatan Damai Amerika Serikat - Iran
-
Kekerasan Seksual Dialami Tiga Siswi Kelas 2 SD, Kasus Terungkap dari Cerita Korban Saat Bermain
-
Rayu Investor Global di Singapura, Pramono Anung: Jakarta Terbuka bagi Investasi Hijau
-
Selat Hormuz Dibuka Jumat Besok Setelah Amerika Serikat dan Iran Damai
-
Iran: Cabut Semua Saksi Terhadap Kami!
-
Karhutla Naik Hampir Delapan Kali Lipat, Perlukah Indonesia Mulai Pikirkan Pembakaran Terkendali?
-
Pasar Saham Asia Langsung Gacor Usai AS dan Iran Damai
-
Kejagung Serahkan Uang Hasil Lelang Ke Kementerian Keuangan Sebesar Rp 1,02 Triliun
-
Tak Cuma Izin WNA! KPK Berpeluang Bongkar Korupsi Sektor Lapas di Kasus Silmy Karim