Suara.com - Soal vaksinasi, Israel hingga kini yang tercepat di dunia. Negara itu juga membuat perjanjian khusus dengan BioNTech-Pfizer, sehingga mendapat prioritas utama dalam layanan pemasokan vaksin mahal itu.
Sementara di banyak negara Uni Eropa vaksinasi berjalan lambat karena kemacetan pasokan vaksin, Israel justru memiliki persediaan vaksin lebih banyak daripada yang dibutuhkan untuk imunisasi semua penduduknya.
Dihitung dari jumlah penduduknya, Israel memang yang paling cepat melakukam vaksinasi.
Hingga kini sudah 40 persen penduduknya mendapat vaksin BioNTech-Pfizer, sejak kampanye vaksinasi dimulai pada 20 Desember 2020.
Bahkan di antara warga yang berusia di atas 60 tahun, keompok yang paling berisiko mengalami penyakit parah, sudah lebih 80% yang divaksinasi.
Saat ini, semua penduduk di atas 16 tahun sudah bisa mendapat vaksinasi. Israel saat ini memiliki begitu banyak pasokan vaksin dari BioNTech-Pfizer, sehingga vaksin Moderna yang juga mereka pesan dan sudah tiba, belum digunakan sama sekali.
Padahal Moderna sudah mendapat izin digunakan di Israel sejak 5 Januari lalu. Vaksinasi gaya Israel: "tukar guling" dengan data pasien Israel mendapat prioritas pemasokan vaksin dari BioNTech-Pfizer, karena negara dengan pendudukl 9 juta orang itu bersedia menandatangani kerjasama khusus: Produsen vaksin berhak mengakses data-data penduduk serta jalannya vaksinasi.
Menurut perjanjian tersebut, Israel juga bersedia membayar harga jauh lebih tinggi daripada misalnya Uni Eropa untuk setiap dosis vaksin BioNTech-Pfizer.
Menurut laporan media, Israel membayar sekitar 23 euro/dosis vaksin, sedangkan Uni Eropa hanya membayar 12 euro/dosis vaksin.
Baca Juga: Vaksin Covid-19 untuk Rakyat Palestina Ditahan Israel di Jalur Gaza
Selain itu, Israel juga membebaskan BioNTech-Pfizer dari segala bentuk tuntutan ganti rugi dan pertanggungan jawab, seandainya ada masalah dengan keamanan vaksin.
Bagi perusahaan farmasi Jerman/AS itu, tawaran dari Israel tentu saja sangat menggiurkan.
Israel ibarat menjadi laboratorium besar bagi BioNTech/Pfizer untuk melakukan uji klinis dan memperbaiki pengembangan vaksinnya, tanpa mengeluarkan dana lagi.
Setiap minggu, pemerintah Israel menyuplai data-data vaksinasi kepada BioNTech-Pfizer, termasuk nomor registrasi infeksi dan vaksinasi, serta demografi pasien seperti usia dan jenis kelamin.
Sebagai imbalannya, BioNTech-Pfizer menjamin pemasokan vaksin untuk Israel sampai 95% populasinya sudah mendapat imunisasi.
Kampanye vaksin bercampur kampanye pemilu
Berita Terkait
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Kemenkes Libatkan NU dan Muhammadiyah, Lawan Hoaks Vaksin yang Masih Marak
-
Daftar Lokasi, Jadwal, dan Harga Vaksin HPV Terbaru 2026 di Jogja
-
Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Cegah Pubertas Dini, Saat Persiapkan Kehamilan Perhatikan Paparan BPA dari Galon Guna Ulang
-
Viral Perempuan Brasil Tewas Lompat Bungee Jumping Tanpa Pasang Tali Pengaman
-
Bukan Menlu, Sosok Menteri Ini yang Jemput Langsung Presiden Jerman di Tangga Pesawat
-
Fakta-fakta Kesepakatan Damai Amerika Serikat - Iran
-
Kekerasan Seksual Dialami Tiga Siswi Kelas 2 SD, Kasus Terungkap dari Cerita Korban Saat Bermain
-
Rayu Investor Global di Singapura, Pramono Anung: Jakarta Terbuka bagi Investasi Hijau
-
Selat Hormuz Dibuka Jumat Besok Setelah Amerika Serikat dan Iran Damai
-
Iran: Cabut Semua Saksi Terhadap Kami!
-
Karhutla Naik Hampir Delapan Kali Lipat, Perlukah Indonesia Mulai Pikirkan Pembakaran Terkendali?
-
Pasar Saham Asia Langsung Gacor Usai AS dan Iran Damai