Suara.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI terpaksa membatalkan perjalanan kereta api jarak jauh dari Stasiun Senen dan Gambir. Sebanyak 41 perjalanan kereta api dibatalkan hari ini.
Sampai dengan pantauan pukul 13.30 WIB, kondisi jalur kereta api petak jalan Kedunggedeh - Lemahabang pada km 55+100 s.d km 53+600 masih terdampak banjir akibat cuaca ekstrim dan sungai yang meluap.
"Kondisi arus banjir masih deras, sehingga perbaikan jalur KA masih belum dapat dilakukan dengan maksimal," ujar VP Public Relations KAI Joni Martinus dalam keterangannya, Minggu (21/2/2021).
KAI memohon maaf kepada para pelanggan karena terganggunya perjalanan dan pelayanan kereta api akibat banjir yang menggenangi jalur tersebut. .
Saat ini petugas telah berada di lokasi untuk melakukan perbaikan secara berkala dengan menyesuaikan kondisi cuaca di lapangan.
Akibat dari banjir tersebut, saat ini jalur Kereta Api dari dan menuju Stasiun Pasar Senen, Gambir, serta berbagai stasiun di wilayah Daop 1 Jakarta belum dapat dilalui dengan alasan keselamatan.
"Para pelanggan yang perjalanannya terdampak telah kami hubungi seluruhnya, untuk menginformasikan kondisi terbaru terkait perjalanan KA-nya," ujar Joni.
KAI akan mengembalikan 100 persen uang tiket bagi pelanggan yang perjalanan KA nya telah dibatalkan.
Selain itu pelanggan juga bisa mereschedule perjalanannya untuk keberangkatan di hari lain.
Baca Juga: Jakarta Banjir, Perjalanan KA Jarak Jauh dari Yogyakarta Dibatalkan
Tag
Berita Terkait
-
Pemerintah Umumkan Stimulus Transportasi Rp 1,54 T, Lengkap dari Pesawat hingga Kapal
-
Sumatera Barat Masuk Peta Besar Pengembangan Jaringan Kereta Sumatra
-
Haul Akbar HUT Jakarta, KAI Buka Alternatif Naik-Turun di Stasiun Jatinegara Mulai Sore Ini
-
Penumpang KA Bersubsidi Tembus 7,8 Juta Orang hingga Mei 2026
-
KAI Siapkan Penerapan Biodiesel B50 pada Operasional Kereta Api
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT