Suara.com - China melarang nanas dari Taiwan untuk masuk ke negaranya karena dikhawatirkan membahayakan pertaniannya, namun membantah jika adanya unsur politik dalam kebijakan tersebut.
Menyadur Straits Times, Selasa (2/3/2021) China pada Senin (1/3) membantah tuduhan Taiwan bahwa larangan nanas dari pulau itu adalah karena unsur politik.
China mengatakan larangan tersebut murni masalah keamanan hayati.
China mengumumkan larangan tersebut pekan lalu, menyebut ada "makhluk berbahaya" yang dikatakan bisa datang dengan buahnya yang mengancam pertanian China.
Taiwan mengatakan tidak ada yang salah dengan buah nanas hasil pertaniannya. Mereka berdalih jika Beijing menggunakan buah itu sebagai cara lain untuk memaksa agar bersatu dengan China.
Kantor Urusan Taiwan China mengatakan keputusan itu "sangat rasional dan perlu" dan bea cukai memiliki tanggung jawab untuk mencegah penyakit masuk ke negaranya.
"Otoritas Partai Progresif Demokratik (DPP) dengan sengaja salah mengartikan dan dengan jahat menafsirkan masalah teknis, mengambil kesempatan untuk menyerang dan mendiskreditkan daratan," jelas Kantor Urusan Taiwan China, merujuk pada partai yang berkuasa di Taiwan.
Menurut China, DPP tidak memiliki kemauan atau kemampuan untuk memecahkan masalah praktis, dan mereka hanya dapat menghindar dari tanggung jawab dengan "memfitnah daratan".
Pulau yang terletak di iklim sub-tropis tersebut memiliki industri buah yang berkembang pesat ketika masih menjadi koloni Jepang.
Baca Juga: Seorang Wanita di China Beli iPhone, yang Didapat Malah Sekotak Yogurt
Tahun lalu lebih dari 90 persen nanas yang diekspor dikirim ke China.
Politisi Taiwan kemudian bersatu di belakang petani nanas dan mendorong konsumen domestik untuk membeli produknya.
Para politisi tersebut juga memposting foto diri mereka di ladang dengan petani dan menyelipkan buah di halaman media sosial mereka.
Pemerintah juga telah meminta perusahaan Taiwan untuk melakukan pembelian dalam jumlah besar, dan mencari pasar ekspor alternatif.
Presiden Tsai Ing-wen pada hari Minggu mengunjungi perkebunan nanas di Taiwan selatan, di mana sebagian besar buah ditanam.
China telah meningkatkan tekanan untuk membuat Taiwan menerima kedaulatan China. Sebelumnya, jet tempur dan pesawat pembom terbang secara teratur di dekat Taiwan atau ke zona identifikasi pertahanan udaranya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Hemat BBM, Pejabat Pemkot Mataram Wajib Bersepeda ke Kantor Mulai Pekan Depan
-
Safaruddin Ngamuk di DPR, Soroti Gaji Guru Polri Rp 100 Ribu per Jam: Harusnya Rp 5 Juta per Jam!
-
BMKG Prakirakan Hujan Ringan di Sebagian Besar Ibu Kota Provinsi saat Jumat Agung
-
Dikritik DPR soal Kasus Amsal Sitepu, Kajari Karo Minta Maaf dan Janji Evaluasi
-
Beda dengan Indonesia, Pakistan Naikkan Harga BBM Hingga 50 Persen
-
Operasi True Promise 4 Iran Target Alutsista AS di UEA, Puluhan Perwira Masuk Rumah Sakit
-
Sekretaris Pertahanan AS Minta Kepala Staf Angkatan Darat Mundur di Tengah Perang dengan Iran
-
Kasus Amsal Sitepu: Hinca Panjaitan Desak Kajari Dicopot dan Kapuspen Kejagung Minta Maaf
-
Menteri Pertahanan Malaysia Janji Tindak Tegas Kasus Penganiayaan Prajurit hingga Cedera Otak
-
Dunia Ramai-ramai Tolak Bantu AS Serang Iran