Selain itu vaksin Johnson & Johnson bisa diangkut dan disimpan pada temperatur kulkas normal.
Sementara vaksin buatan BioNTech/Pfizer dan Moderna perlu temperatur ekstra rendah.
Sejauh ini dalam uji klinis tidak ada kasus berat hingga harus dirawat di rumah sakit apalagi ada kasus responden meninggal.
Hanya dalam uji klinis fase III, analisis data menunjukkan, efikasi vaksin dalam mencegah munculnya gejala sakit berat Covid-19, empat minggu setelah imunisasi, menunjukkan angka 66%.
Angka yang lebih rendah dari efikasi umum pada awal riset itu, diduga berkaitan dengan varian virus yang bermutasi, yang muncul di akhir uji klinis.
Kritik dari gereja Katolik
Kritik terhadap pemanfaatan vaksin Johnson & Johnson dilontarkan gereja Katolik AS.
Konferensi Keuskupan AS mengimbau umat Katolik, dalam pemilihan vaksin corona agar sebisa mungkin menghindari buatan pabrik farmasi Johnson & Johnson.
Pasalnya dalam pengembangan vaksinnya, perusahaan farmasi itu menggunakan kultur jaringan dari janin yang digugurkan.
Baca Juga: Melalui COVAX, Indonesia Akan Terima 11,7 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca
Para uskup AS bulan Desember tahun lalu juga melontarkan kritik serupa terhadap vaksin AstraZeneca yang dikembangan dengan prosedur serupa.
Uni Eropa pesan 400 juta dosis Johnson & Johnson mengumumkan, tahun 2021 ini akan memproduksi satu miliar dosis vaksin.
Produksi dilakukan di pabrik AS, Eropa, Afrika Selatan dan India. AS sudah memesan 100 juta dosis vaksin senilai satu miliar US Dolar, yang akan disuplai tahun ini juga.
Juga AS punya opsi memesan 200 juta dosis berikutnya. Sementara Uni Eropa sudah memastikan pemesanan 400 dosis vaksin buatan Johnson & Johnson. as/hp (Reuters/AFP)
Berita Terkait
-
Alarm Bahaya Wabah Ebola, IPMG Percepat Transfer Riset Farmasi di Indonesia
-
Ketika Anak Muda Jadi Garda Depan Pencegahan Penyakit Tak Menular
-
Penjualan Vaskin Covid Lesu, Moderna PHK 10 Persen Karyawan
-
Jadi Penyebab Utama Kematian, AstraZeneca dan Kemenkes RI Fokus Tangani Penyakit Tidak Menular
-
AstraZeneca Indonesia Gandeng Kimia Farma Trading & Distribution untuk Transformasi Layanan Kesehatan Primer
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Ongkos Perbaikan Mobil Listrik BekasTerbesar Bukanlah Baterai, Menurut Riset
-
Argentina ke Final Piala Dunia 2026, Scaloni: Albiceleste Siap Hancurkan Spanyol
-
Lautaro Martinez: Saya Sudah Bilang ke Alexis, Akan Cetak Gol
-
UEFA Mulai Gerah! Muncul Desakan Lengserkan Infantino dari Kursi Presiden FIFA
-
Prabowo Kumpulkan Menteri, Nasib MBG & Koperasi Desa Merah Putih Dibahas
-
Amankah Ibu Hamil Pakai Parfum? Ini Penjelasan Dokter Kandungan
-
Final Piala Dunia 2026 Argentina Tantang Spanyol: Messi vs Generasi Emas La Roja
-
Comeback Gila Argentina! Lautaro Martinez Hancurkan Mimpi Inggris
-
Kylian Mbappe Blak-blakan: Taktik Deschamps Bikin Prancis Gagal ke Final Piala Dunia
-
Panas! Teror Suara Suporter Argentina Tenggelamkan Lagu Kebangsaan Inggris