Suara.com - Kerajaan Inggris menyebut sejumlah isu yang diangkat dalam wawancara televisi Pangeran Harry dan istrinya, Meghan, mengkhawatirkan, khususnya yang menyangkut masalah ras.
Ini adalah pernyataan pertama Istana Kerajaan Inggris sejak wawancara Harry dan Meghan dengan pembawa acara Oprah Winfrey disiarkan di Amerika Serikat, 7 Maret lalu..
"Ingatan tentang kejadian mungkin berbeda-beda," begitu kata pihak Istana Buckingham dalam pernyataan tertulis. Walau begitu, mereka menyebut akan menangani persoalan itu secara privat.
- Mengapa anak Pangeran Harry-Meghan Markle tidak bergelar pangeran?
- Meghan Markle dan Putri Diana: Bagaimana pers menulis tentang mereka
- Meghan Markle sempat merasa ‘tidak ingin hidup lagi’; siapa yang komentari soal warna kulit anaknya?
Dalam wawancara dengan Oprah, Meghan berkata bahwa Harry ditanyai seorang anggota keluarga tentang "seberapa gelap" kulit putra mereka, Archie. Meghan tidak menyebut nama orang yang bertanya kepada Harry itu.
Dalam sesi tanya-jawab yang sama, Pangeran Harry mengklarifikasi kepada Oprah bahwa cerita yang mereka paparkan tidak mengarah kepada Ratu Elizabeth II dan Pangeran Philip.
Pihak kerajaan mengatakan, pasangan yang bergelar Duke dan Duchess of Sussex itu akan "selalu menjadi anggota keluarga yang sangat dicintai".
Tanggapan dari Istana Buckingham ini muncul setelah pertemuan khusus yang melibatkan bangsawan senior digelar. Pihak kerajaan dalam beberapa hari terakhir berada di bawah tekanan untuk menanggapi wawancara.
"Seluruh keluarga kerajaan sedih mengetahui cerita sepenuhnya tentang betapa menantang Harry dan Meghan menjalani beberapa tahun terakhir ini," kata pihak Istana Buckhingham.
Pernyataan ini keluar satu setengah hari sejak wawancara Harry dan Meghan ditayangkan pertama kali di Amerika Serikat.
Baca Juga: Meghan Markle dan Putri Diana, Mengapa Mereka Dibandingkan?
"Masalah yang diangkat, terutama ras, sangat memprihatinkan. Meski beberapa ingatan tentang kejadian mungkin berbeda, hal itu ditanggapi dengan sangat serius dan akan ditangani oleh keluarga secara privat.
"Harry, Meghan, dan Archie akan selalu menjadi anggota keluarga yang sangat dicintai," begitu pernyataan pihak kerajaan.
Para bangsawan Kerajaan Inggris diyakini ingin secara berhati-hati mempertimbangkan tanggapan mereka. Mereka juga disebut ingin memberikan kesempatan kepada publik Inggris untuk menonton wawancara Harry dan Meghan terlebih dahulu.
Di Inggris, wawancara itu disiarkan Senin malam kemarin.
Para bangsawan Kerajaan Inggris disebut-sebut menganggap ini sebagai masalah keluarga. Mereka juga diyakini ingin diberi kesempatan untuk membahas masalah tersebut secara tertutup.
'Nuansa meredakan ketegangan dengan sedikit sanggahan'
Analisis oleh Sarah Campbell, koresponden BBC untuk Kerajaan Inggris
Meskipun mungkin, tidak pernah ada kepastian bahwa Ratu akan mengeluarkan pernyataan untuk menanggapi wawancara yang diberikan oleh cucu dan istrinya itu.
Risikonya adalah bahwa tanggapan apa pun akan menambah narasi bahwa "kerajaan dirundung krisis". Narasi itu diberitakan pada halaman depan media massa dan di layar televisi seluruh dunia.
Namun setelah sempat membahas klaim Harry dan Meghan, empat kalimat singkat yang dikeluarkan pihak kerajaan menyampaikan pesan bahwa ini adalah urusan privat keluarga dan tuduhan spesifik tidak akan diungkap ke publik.
Nuansa pernyataan itu seperti ingin menenangkan situasi, dengan menyebut bahwa Harry dan Meghan adalah anggota keluarga yang sangat dicintai.
Ada semacam sanggahan kecil dalam pernyataan bahwa ingatan tentang kejadian mungkin berbeda-beda", tapi ada juga jaminan dari kerajaan bahwa persoalan ini akan ditanggapi secara serius.
Dan kita bisa yakin bahwa, setidaknya sejauh menyangkut bangsawan Inggris, upaya apa pun untuk menjalin kembali hubungan di antara mereka akan dilakukan di luar jangkauan publik.
Selama kunjungan di London sebelumnya, Pangeran Charles tidak menanggapi ketika ditanya apakah dia sudah menyaksikan wawancara putra dan menantunya.
Wawancara itu sudah ditayangkan di Inggris, Senin malam kemarin, dan ditonton sekitar 11,1 juta orang.
Dalam wawancara itu, Meghan menyebut pernah mengalami saat-saat ketika dia "tidak ingin hidup lagi" karena sikap keluarga kerajaan terhadapnya.
Meghan berkata pernah meminta bantuan dari Istana Buckingham, tapi hingga kini tidak menerima yang dia harapkan.
Meghan juga menceritakan bahwa pertanyaan"seberapa gelap kulit Archie ketika lahir" muncul bersamaan dengan pembicaraan untuk tidak memberikan gelar kerajaan dan perlindungan polisi kepadanya.
Di bawah aturan yang berlaku sejak tahun 1917, anak yang lahir dari Harry dan Meghan tidak secara otomatis akan menjadi pangeran atau putri, kecuali Ratu Elizabeth campur tangan terhadap regulasi tersebut.
Saat ditanya oleh Oprah apakah ada kekhawatiran bahwa Archie akan terlalu coklat dan akan menjadi masalah, Meghan berkata, "Jika itu asumsi yang Anda buat, itu asumsi yang cukup aman."
Namun Harry dan Meghan menolak mengatakan siapa anggota keluarga yang mengeluarkan pernyataan itu.
"Saya tidak akan pernah membagikan percakapan itu kepada pihak luar," kata Pangeran Harry.
"Pada saat itu, situasinya canggung, saya sedikit terkejut."
Harry juga menyebut kondisinya menyakitkan karena tidak ada seorang pun dari keluarganya yang pernah berbicara untuk mendukung Meghan, terutama setelah berita utama dan artikel dengan "nada kolonial" bermunculan.
Pemimpin Partai Buruh, Sir Keir Starmer, berkata bahwa tuduhan Meghan tentang rasisme dan dukungan kesehatan mental yang minim harus ditanggapi "dengan sangat serius" oleh pihak kerajaan.
Adapun, Perdana Menteri Boris Johnson disebut telah menyaksikan wawancara Harry dan Meghan. Namun dia menolak berkomentar terkait hal itu.
Berita Terkait
-
Terlibat Epstein Files? Kerajaan Inggris Buka Suara setelah Prince Andrew Ditangkap
-
Meghan Markle Bikin Geram Pangeran William: Video di Terowongan Diana Jadi Sorotan!
-
Etika Trump Dipertanyakan! Raja Charles III Dibelakangi saat Kunjungan Kenegaraan
-
Segini Kekayaan Pangeran Harry yang Gelar Kerajaannya Bakal Dicabut
-
'With Love, Meghan' dan Transformasi Meghan Sussex di Netflix
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Tiba di Jakarta, Bupati Langkat Syah Afandin Digiring Lewat Pintu Belakang KPK
-
Siksa Istri Siri Pakai Air Keras dan Paksa Buat Sabu, Aiptu N Ditahan Propam Polda Jateng!
-
Viral Warga Mesuji Sembelih Tapir, DPR Desak Pelaku Segera Diproses Hukum
-
Misteri Amplop di Meja Menhut, Raja Juli Ungkap Alasan Baru Dikembalikan 10 Hari Kemudian
-
Diduga Jual Jalur Cepat Impor, 3 Eks Pejabat Bea Cukai Didakwa Terima Suap Rp78 Miliar
-
Sehari Ditertibkan, Puluhan Pengungsi UNHCR Masih Bertahan di Trotoar Kuningan
-
Tesla Ngebut Seruduk Rumah, Nenek 76 Tahun Tewas
-
KKB Serang Misi Kemanusiaan, DPR Minta Pola Pengamanan Papua Dirombak Total
-
Anak Jakarta Terpaksa Main Bola di Aspal, DPRD Minta Pemprov Manfaatkan Lahan Tidur
-
Di Balik Kebakaran TPA Jatiwaringin: Bom Waktu Gas Metana dan Gagalnya Sistem Pengelolaan Sampah