Wakil Ketua SPD Saskia Esken mendukung langkah perpanjangan lockdown tersebut. ‘
‘Selama pengetesan dan vaksinasi tidak dijalankan secara penuh, kita harus menunda rencana pembukaan kembali dan mengambil langkah lain yakni kembali lockdown,‘‘ kata Esken di Twitter.
Perpanjangan lockdown didukung oleh politisi senior Perdana menteri negara bagian Bayern, markus Söder memperingkatkan bahwa pandemi bisa berubah menjadi ‘‘gelombang tiada akhir‘‘.
Dia meminta rem darurat diberlakukan secara nasional, menambahkan bahwa aturan yang berbeda-beda di tiap negara bagian hanya akan membingunkan publik.
Menteri Keuangan Olaf Sholz memperingatkan warga agar tidak berpegian saat liburan Paskah, dan mengatakan kepada surat kabar Bild am Sonntag: ‘‘Kami tidak mampu menanggungnya dalam situasi infeksi seperti sekarang ini.‘‘
Rasa frustasi berkembang di Jerman Menjelang libur Paskah dan musim semi, perpanjangan lockdown sepertinya akan sulit diterima oleh warga Jerman yang tampaknya dilanda kelelahan dan kebosanan menjalani aturan tetap di rumah saja sejak pertengahan November 2020.
Namun, draf itu menuliskan kemungkinan warga bisa melakukan "liburan dengan kontak rendah."
Orang-orang diperbolehkan berpergian untuk menginap di apartemen dan penyewaan tempat liburan atau menggunakan karavan.
Tetapi harus membawa syarat tes negatif COVID-19 dan mengikuti protokol kesehatan.
Baca Juga: Erling Haaland Kesal Usai Dortmund Ditahan Seri, Segera Hengkang?
Beberapa kota memperketat pembatasan
Beberapa wilayah di Jerman kembali memperketat aturan lockdown saat tingkat infeksi corona melampaui 100 kasus dalam beberapa hari.
Kota terbesar kedua Jerman, Hamburg, kembali menerapkan lockdown total pada Jumat (19/03) setelah tingkat infeksi melebihi 100 kasus dalam empat hari berturut-turut.
Kota Köln di negara bagian Nordrhein-Westfalen yang memiliki penduduk terbanyak, menerapkan pembatasan terbatas setelah tingkat infeksi melampaui 100 kasus. pkp/rap (AFP, dpa)
Berita Terkait
-
Megawati Terima Dubes Jerman, Bahas Geopolitik hingga Warisan Konferensi Asia Afrika
-
Setelah AS, Giliran Jerman Mau Ikut Campur di Selat Hormuz
-
Eropa Bersiap AS Keluar dari NATO, Trump yang 'Mencla-mencle' Jadi Sorotan Jerman
-
Manuel Neuer Masih Bingung, Perpanjang Kontrak atau Gantung Sepatu
-
Jerman Jadi Banyak Maling saat Harga Minyak Dunia Menggila
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
Langit RI Bocor? Menelusuri Celah Hukum Akses Pesawat Militer AS
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Jangan Cuma Jago Kandang, Pramono Anung Tantang BUMD DKI Ekspansi ke Pasar Global
-
Perjuangkan Kesetaraan di Senayan, Ledia Hanifa Amaliah Digelari Legislator Peduli Disabilitas
-
LPSK Lindungi 20 Korban Pelecehan FH UI dari Potensi Intimidasi hingga Pelaporan Balik
-
Kasus Hery Susanto Jadi Alarm, Pakar Dorong Pembentukan Dewan Pengawas Ombudsman
-
wondr Kemala Run 2026 Dorong Aksi Donasi, Peserta Diajak Berlari Sambil Berbagi
-
Bikin Macet Parah! Satpol PP Jatinegara Tertibkan 43 PKL Ular hingga Anjing di Balimester
-
Rekrutmen 30 Ribu Manajer Kopdes Dinilai Dongkrak Konsumsi Desa, tapi Simpan Risiko Besar
-
Getol Perkuat Diplomasi Antar-Parlemen, Ravindra Airlangga Sabet KWP Award 2026