Suara.com - Kegiatan vaksinasi Covid-19 di Provinsi Bengkulu tetap berjalan saat bulan Ramadan 1442 Hijriah. Pemberian vaksin nantinya akan tetap dilakukan pagi hingga siang hari.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Herwan Antoni mengatakan mereka mengacu pada fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dalam fatwa itu telah menegaskan jika pemberian vaksin dengan cara disuntikkan tidak membatalkan puasa, sehingga pelaksanaan vaksinasi pada siang hari akan tetap dilakukan.
"Soal vaksin ini sudah ada fatwa MUI Nomor 13 Tahun 2021 yang menyatakan bahwa vaksinasi tidak membatalkan puasa. Jadi kegiatan vaksinasi tetap kita lakukan seperti biasa," uajr Herwan di Bengkulu, Minggu (4/4/2021).
Pihaknya memastikan kegiatan vaksinasi akan tetap berjalan seperti biasa, mengingat Satgas Penanganan Covid-19 Bengkulu memiliki target pelaksanaan vaksinasi yang harus dicapai.
Hingga akhir Maret lalu capaian vaksinasi di Provinsi Bengkulu untuk tenaga kesehatan tahap I, dosis pertama sudah mencapai 86,5 persen dan dosis kedua 75,1 persen.
Sedangkan petugas pelayan publik tahap I, dosis pertama sebesar 8,3 persen, dan dosis kedua nol persen. Lalu untuk lansia tahap II, dosis pertama baru 1,2 persen, dan dosis 2 masih nol persen.
Ia membantah informasi yang beredar di masyarakat yang menyebut jika vaksinasi saat Ramadhan mendatang akan dilakukan pada malam hari.
Menurutnya tidak ada alasan mendasar yang mengharuskan vaksinasi dilakukan pada malam hari dan ia menilai vaksinasi pada malam hari justru akan menghambat proses vaksinasi itu sendiri, di mana banyak petugas kesehatan yang tidak bersedia.
"Kalau malam hari jelas tidak memungkinkan, mengingat siapa petugas yang akan melaksanakan vaksinsi. Belum lagi petugas vaksin kan juga mau shalat tarawih," demikian Herwan Antoni. (Antara)
Baca Juga: Kepala Dinas Kesehatan DKI Ungkap 48 Persen Lansia Belum Divaksin Covid-19
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Pusing Harga Pakan Naik? Peternak di Lombok Ini Sukses Tekan Biaya Hingga 70 Persen Lewat Maggot
-
Persib Perketat Keamanan Jelang Lawan Bali United, Suporter Tamu Dilarang Hadir
-
Petaka di Parkiran Pasar: Nabi Tewas Digorok, Pelaku Dihabisi Massa, Polisi Diam
-
DPR Minta Kemenaker Siaga Hadapi Ancaman PHK Akibat Gejolak Global
-
Kejati Jakarta Sita Sejumlah Dokumen Usai Geledah Ruangan Dirjen SDA dan Cipta Karya Kementerian PU
-
Diperiksa KPK, Haji Her Bantah Kenal Tersangka Korupsi Bea Cukai
-
Lift Mati Saat Blackout, 10 Penumpang MRT Lebak Bulus Dievakuasi Tanpa Luka
-
Ada Nama Riza Chalid, Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Dugaan Korupsi Petral
-
Al A'Raf: Panglima TNI dan Menhan Harus Diminta Pertanggungjawaban di Kasus Andrie Yunus
-
PLN Buka Suara Soal Listrik Padam di Jakarta, Begini Katanya