Suara.com - Kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membuka kembali sekolah di tengah pandemi Covid-19 tak sepenuhnya mendapatkan respons positif. Namun masih ada sejumlah orang tua murid melarang anaknya menjalani pembelajaran tatap muka.
Misalnya seperti yang terjadi di SDN 07 Ciracas, Jakarta Timur. Berdasarkan data yang diterima dari pihak sekolah, dari 289 siswa kelas 4 sampai 6 SD, 62 siswa tak diizinkan masuk sekolah oleh orang tuanya.
Kepala Sekolah SDN 07 Ciracas Umi Sumirah mengatakan pihaknya tak bisa memaksa orang tua untuk mengizinkan anaknya masuk sekolah. Sebab, Dinas Pendidikan memang sudah mengatur agar orang tua diberikan kewenangan untuk membolehkan anaknya bersekolah tatap muka atau tidak.
"Enggak masalah ya kalau orang tua enggak mau. Kan tiap orang tua juga khawatirnya beda-beda. Kami enggak bisa paksa," ujar Umi di SDN 07 Ciracas, Rabu (7/4/2022).
Umi menjelaskan, sebelum mulai membuka sekolah, tiap orang tua harus membuat surat pernyataan mengizinkan atau tidak membolehkan anaknya masuk sekolah. Surat itu bahkan harus ditandatangan di atas materai Rp 10 ribu.
"Jadi mereka yang sudah tanda tangan jelas sikapnya bagaimana. Kami dari pihak sekolah setuju saja dengan orang tua," katanya.
Dari daftar yang membuat surat pernyataan, ada satu kelas berisi 32 siswa yang 26 siswanya tak diizinkan orang tua masuk sekolah. Hanya enam siswa yang boleh ikut pembelajaran tatap muka.
Wali Kelas bernama Meira mengatakan alasan 26 siswa tak diizinkan karena kebanyakan orang tuanya khawatir dengan lingkungan. Sebab mereka tinggal di daerah padat penduduk.
Baca Juga: Minta Kelas Dibuka Terus, Ortu: Sekolah Online Tak Bisa Dicerna Otak Anak
"Itu kebanyakan siswa kelas saya penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP). Mohon maaf kan rumahnya pada berdempetan, ada yang satu rumah berapa keluarga," ucap Meira.
Di lingkungan sekitarnya, juga terdapat lanjut usia atau lansia. Bahkan ada yang memiliki penyakit bawaan berat seperti jantung dan stroke.
"Kan mereka takut ya, nanti jadi pembawa, carrier virus. Dari luar rumah terus masuk ke rumah malah nularin," pungkasnya.
Di hari pertama pembukaan sekolah, SDN 07 Ciracas ini dihadiri 76 siswa kelas 5 SD. Mereka belajar selama 2,5 jam mulai pukul 08.00 WIB.
Pantauan Suara.com, sekitar pukul 07.15 WIB, para siswa berdatangan satu-persatu ke gerbang sekolah. Kebanyakan dari mereka diantar oleh orang tuanya menggunakan kendaraan motor roda dua.
Para siswa terlihat sudah menggunakan masker begitu sampai sekolah. Bahkan beberapa di antaranya memakai pelindung wajah atau face shield.
Begitu masuk, mereka langsung diminta untuk mencuci tangan oleh dua orang guru bernama Kamil dan Sulaiman. Terlihat ada dua washtafel yang disediakan di gerbang masuk.
"Cuci tangan dulu, satu-satu," ujar Kamil di lokasi, Rabu (7/4/2021).
Setelah itu para siswa satu-persatu dicek suhunya oleh Sulaiman yang memegang thermo gun. Setelah suhu tubuh siswa dinyatakan normal, mereka langsung masuk ke sekolah tanpa perlu bersalaman dengan guru.
Orang tua yang mengantar menggunakan kendaraan roda dua juga diminta langsung putar balik sesuai penunjuk arah yang dibuat. Batas antar siswa juga dimajukan, sekitar 50 meter dari biasanya.
Kamil mengatakan hari ini hanya satu kelas, yakni kelas 5 yang masuk sekolah. Sementara sisanya tetap melakukan pembelajaran jarak jauh secara daring atau online.
"Iya dari Dinas (Pendidikan) kan aturannya hanya satu kelas yang masuk tiap minggu," kata Kamil.
Selain itu juga jam masuk sekolah diundur menjadi 07.30 WIB.
"Kan biasanya 06.30 WIB," kata Kamil yang biasanya mengajar olahraga.
Sementara itu, Sulaiman menjelaskan ada beberapa orang tua siswa yang tak mengizinkan anaknya mengikuti pembelajaran tatap muka. Pihak sekolah memakluminya dan mempersilahkan anak untuk belajar di rumah.
"Ada sih 1-2 siswa yang orang tuanya enggak ngebolehin. Tapi sedikit, sekitar 75 persen lebih sih izinin anaknya sekolah biasa," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Terpopuler: Waktu yang Ideal untuk Ganti HP, Rekomendasi HP untuk Jangka Panjang
- Bacaan Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh, Kapan Waktu yang Tepat untuk Membacanya?
- Tak Hanya di Jateng, DIY Berlakukan Pajak Opsen 66 Persen, Pajak Kendaraan Tak Naik
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
Pilihan
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
-
Bisnis Dihimpit Opsen, Pengusaha Rental Mobil Tuntut Transparansi Pajak
-
Pesawat Pengangkut BBM Jatuh di Krayan Timur, Pencarian Masuk ke Hutan Belantara
-
Resmi Dibuka! Jadwal Penukaran Uang Baru 2026 Periode Kedua di PINTAR BI Go Id
Terkini
-
Jadi Tersangka Lagi, Eks Kapolres Bima AKBP Didik Diduga Terima Setoran Rp2,8 M dari Bandar Narkoba
-
Mendikdasmen Pastikan Anggaran Pendidikan Naik, Bantah MBG Pangkas Dana Sekolah
-
MCK Kumuh Manggarai Dibenahi, Kini Jadi Fasilitas Sehat dan Canggih
-
Menham Pigai Serahkan RUU Masyarakat Adat ke DPR: Rakyat Adat Harus Jadi Tuan di Negeri Sendiri
-
Lewat Surat Edaran, Mendagri Dorong Sinergi Daerah Wujudkan Gerakan Indonesia ASRI
-
Rumah Jokowi Berubah Jadi 'Tembok Ratapan Solo', Begini Kata PDIP
-
Kasus Korupsi CPO, Kejagung Dalami Dokumen Dugaan Aliran Transaksi ke Pejabat Bea Cukai
-
Kasatgas Tito Pantau Langsung Pembersihan Lumpur Praja IPDN di Aceh Tamiang
-
Bersih-Bersih Jukir Liar, Wali Kota Jakpus Instruksikan Patroli Gabungan Rutin di Tanah Abang
-
NasDem Bukber Elite Parpol Termasuk Anies, Bicara Sukseskan Program Prabowo