Suara.com - Seorang anggota Brimob berinisial Bharatu YSB dilaporkan tewas dan satu anggota Kopassus mengalami luka-luka diduga akibat dikeroyok sejumlah orang di sekitar kafe di Jalan Falatehan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (18/4/2021) pagi.
Suara.com pun mencoba menyisir lokasi penganiayaan yang berujung tewasnya satu polisi itu. Berdasarkan pantauan di lapongan, police line terlihat sudah melintang di pintu kafe Obama Fans Club yang bersebelahan dengan kafe My Bar. Bahkan, tampak bercak darah serta pecahan botol bir masih terlihat di sekitar lokasi kejadian.
Seorang juru parkir bernama Anto hanya mengaku sedang libur saat kejadian berlangsung. Sehingga, dia tidak mengetahui secara pasti bagaimana peristiwa pengeroyokan itu terjadi.
"Hari Minggu, saya libur tidak masuk," kata dia di lokasi.
Juru parkir lainnya bernama Faruq menyatakan hal serupa. Dirinya yang sedang libur hanya mendapat informasi jika kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 06.30 WIB.
"Jam setengan 7 pagi. Saya tidak di sini. Saya cuma denger berita ada keributan kejadian sekitar setengah 7," kata Faruq.
Faruq menyatakan, biasanya setiap hari minggu jarang ada kegiatan di sekitar kawasan ruko yang tak jauh dari Mal Blok M. Kantor-kantor yang berada di sekitar lokasi, kata Faruq, tutup saat insiden kejadian berlangsung.
"Iya sepi karena tidak ada kegiatan sama sekali hari minggu. Kantor juga nutup semua juga nutup. Yang buka cuma (kafe) Obama doang yang lain pada tutup," beber dia.
Camat Kebayoran Baru, Tomy Fudihartono sebelumnya mengakui telah menerima laporan jika terjadi pengeroyokan yang menewaskan anggota polisi dan satu anggota Kopassus luka-luka di sekitar kafe kawasan Falatehan. Namun, Tomy tak mengetahui detail kronologi pengeroyokan tersebut.
Baca Juga: Anggota Brimob Tewas Dikeroyok di Kebayoran Baru, Satu Lainnya Luka-luka
“Kejadiannya sih benar, cuma berita persisnya saya juga belum dapat informasi akuratnya, cuma lihat foto saja sih tadi yang meninggal, tapi kronologinya seperti apa saja juga kurang tahu persis, karena tindak kriminal sudah ditanganin polsek dan polres,” kata Tomy saat dihubungi Minggu malam.
Dalam informasi yang beredar, satu anggota Brimob berinisial Bharatu YSB dan satu anggota TNI, Serda DB mengalami luka parah akibat sabetan senjata tajam.
Bharatu YSB sempat dilarikan ke Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Jakarta Selatan pada pukul 07.30 WIB, namun nyawanya tak tertolong karena kehabisan darah pada pukul 07.41 WB.
Sementara Serda DB dilarikan ke RSPAD Gatot Soebroto Jakarta untuk mendapat perawatan luka pada lengan kanan dan paha kanan akibat sabetan senjata tajam.
Dalam rekaman CCTV yang diunggah akun instagram @cetul.22, kemudian beredar viral itu terlihat sekelompok pria mengeroyok seseorang hingga terkapar. Dalam video itu juga terlihat setelah korban terjatuh tak berdaya, para pelaku langsung pergi meninggalkan lokasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG
-
Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan
-
Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?
-
AI Digadang-gadang Mampu Kurangi Emisi Karbon, Benarkah?
-
Stop Stigma Anti-Negara! Kritik Bukan Ancaman, Semua Presiden Wajib Tunduk pada Konstitusi!
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki