- ICW mempertanyakan status LHKPN Presiden Prabowo dan 38 pejabat yang belum muncul di situs resmi KPK.
- KPK menyatakan publikasi LHKPN hanya dilakukan setelah dokumen dinyatakan lengkap melalui proses verifikasi selama 60 hari.
- Proses verifikasi laporan periode 2025 masih berlangsung hingga 60 hari kerja setelah batas akhir 31 Maret 2026.
Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menanggapi langkah Indonesia Corruption Watch (ICW) yang mempertanyakan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) Presiden Prabowo Subianto dan 38 pejabat lainnya.
Pasalnya, satu bulan lebih sejak tenggat waktu pelaporan LHKPN periode 2025 yang jatuh pada 31 Maret 2026, LHKPN Prabowo, 16 menteri, 2 kepala badan, dan 20 wakil menteri Kabinet Merah Putih belum ada pada situs pelaporan LHKPN.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan hanya LHKPN yang sudah dinyatakan berstatus lengkap yang dipublikasi melalui situs resmi.
Menurut dia, publikasi umumnya LHKPN dinyatakan lengkap dan telah diverifikasi di Direktorat LHKPN pada Kedeputian Pencegahan dan Monitoring KPK.
“Setiap LHKPN yang sudah dilaporkan, sudah dinyatakan lengkap nantinya akan dipublikasikan sehingga masyarakat bisa mengaksesnya secara terbuka,” kata Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu (6/5/2026).
Adapun waktu verifikasi yang dibutuhkan ialah 60 hari kerja setelah batas akhir. Dengan begitu, lanjut Budi, verifikasi baru akan selesai 60 hari kerja setelah 31 Maret 2026.
“Oleh karena itu kita tunggu proses verifikasinya di Direktorat PP LHKPN. Tentu setiap LHKPN yang sudah dilaporkan, sudah dinyatakan lengkap nantinya akan dipublikasikan sehingga masyarakat bisa mengaksesnya secara terbuka,” ujar Budi.
Sebelumnya, ICW mendatangi Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan untuk mempertanyakan LHKPN 39 pejabat, termasuk Prabowo.
Dalam keterangannya, ICW menjelaskan bahwa tidak adanya informasi mengenai LHKPN Prabowo dan 38 pejabat lainnya ini mengindikasikan dua kemungkinan.
Baca Juga: Sampaikan Laporan Akhir ke Prabowo, Komisi Reformasi Polri Serahkan Berkas 3.000 Halaman
“Pertama, Presiden dan sejumlah anggota kabinetnya tersebut belum melaporkan LHKPN periode 2025. Kedua, KPK sebagai pihak yang menerima dan mengelola sistem pelaporan LHKPN belum menampilkan laporan yang sudah dilaporkan penyelenggara negara tersebut,” demikian dikutip dari pernyataan ICW.
Pada kesempatan yang sama, ICW menjelaskan bahwa pada 31 Maret 2026, nama Prabowo dan sejumlah anggota kabinet masuk ke dalam laman ‘Belum Lapor’ dalam sebuah laman yang berisi list nama penyelenggara negara yang belum melaporkan LHKPN.
Pada 1 April 2026, lanjut ICW, nama Prabowo dan 38 anggota kabinet sudah tidak ada lagi di laman tersebut. Namun, salinan dokumen LHKPN mereka tetap belum tersedia di laman e-Announcement https:///elhkpn.kpk.go.id, baik pada 1 April 2026 maupun per 4 Mei 2026.
Berita Terkait
-
Anggota Komisi III DPR Dukung RUU Polri Atur Jabatan Polisi di Luar Institusi Dibatasi: Supaya Jelas
-
Mahfud MD: KPRP Rekomendasikan Rangkap Jabatan Polri Dibatasi Lewat UU ASN
-
BSI Tunjuk Bos Besar MUI jadi Komisaris, Dulu Pernah Kritik Prabowo Agar Keluar dari BoP
-
Sampaikan Laporan Akhir ke Prabowo, Komisi Reformasi Polri Serahkan Berkas 3.000 Halaman
-
Misteri Isi 10 Buku Reformasi Polri, Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat dan Jabatan Dibatasi
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Respon Cepat Aduan, Kemnaker Pastikan Aturan Outsourcing 2026 Bakal Direvisi
-
Akademisi UI Kritik Kehadiran Aparat di Kampus Saat Ujian Doktoral Dokter Tifa
-
Gubernur Jateng Garansi Izin Kapal Nelayan Kecil Gratis: Ketemu Pungutan, Laporkan!
-
iPhone XS Bekas Koruptor Laku Rp34 Juta, KPK Jamin Data Sudah Factory Reset
-
Qodari Tolak Negosiasi Program MBG, Pengamat Nilai Bisa Picu Protes Publik Lebih Besar
-
Bukan Dibegal, Dua Korban Tewas di Selokan Bekasi Ternyata Korban Tawuran
-
Rano Karno Menangis di Sidang Paripurna HUT Jakarta: 'Jejak Jutaan Langkah, Keringat, dan Harapan'
-
Menteri PPPA Ungkap Kondisi Perempuan yang Diduga Disekap Pacar Selama Tiga Tahun di Bandung
-
KPK Bongkar Dedi Congor Nikmati Uang Panas Rp30 Miliar dari Kasus Bea Cukai
-
Jejak Pelarian Michael Steven Berakhir: Buronan Kasus Pasar Modal Rp337 M Dipulangkan ke RI