Suara.com - Orang tua Faisal, pemuda korban pembacokan saat ronda, sempat bingung karena biaya pengobatan anak mereka tidak dapat diklaim menggunakan BPJS. Secara keseluruhan biaya pengobatannya mencapai Rp120 juta.
“Enggak bisa dicover biayanya oleh BPJS, karena peristiwanya kriminal” kata Rumiyati, ibu Faisal saat dihubungi Suara.com, Kamis (22/4/2021).
Karena itu, saat operasi untuk kedua kalinya akan dilaksanakan karena kondisi Faisal yang memburuk, Rumiyati kebingungan mendapatkan biaya sebesar Rp60 juta itu.
“Itu saya tanya, biayanya kurang lebih 60 juta. Saya tambah kaget, segitu bagaimana mendapatkannya. Kalau ditotal sekitar Rp120 juta biaya obat, ruangan, operasi dan lainnya,” kata Rumiyati.
Namun, akhirnya biaya pengobatan itu dapat terselesaikan, usai mereka diarahkan pihak Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat untuk membuat surat keterangan dari kepolisian, kemudian ditunjukkan ke Dinas Kesehatan DKI Jakarta.
“Jadi kami diminta ke kantor polisi untuk membuat surat pernyataan bahwa Faisal adalah korban. Kemudian surat itu dibawa bapaknya Faisal ke Dinas Kesehatan di Tanah Abang,” jelas Rumiyati.
“Setelah dibawa ke sana Alhamdulillah ternyata bisa (dicover Dinas Kesehatan DKI Jakarta),” sambungnya.
Sebelumnya, seorang remaja bernama Faisal menjadi korban pembacokan sehingga mengalami luka para di bagian punggung belakang. Mirisnya, korban dibacok oleh seorang saat terjadi duel satu lawan satu dari dua kubu remaja di depan kantor Karang Taruna di RW 1, Kelurahan Kebon Baru pada Sabtu (17/4/2021) malam.
Peristiwa itu terjadi ketika korban sedang mengikuti jaga malam atau ronda.
Baca Juga: Sempoyongan Ditusuk Lawan Taruhan Futsal, MMR Sempat Teriak Minta Tolong
Dalam kasus ini, polisi masih memburu pelaku pembacokan yang kini masih buron. Sementara, enam remaja yang terlibat duel di depan karang taruna itu sudah dipulangkan dengan syarat wajib lapor.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- 5 Motor Listrik Terbaik Buat Ojol: Jarak Tempuh Jauh, Harga Terjangkau, Mesin Bandel
- 6 Bedak Padat untuk Makeup Natural dan Anti Kusam, Harga Terjangkau
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- 5 Motor Listrik Fast Charging, Bebas Risau dari Kehabisan Baterai di Jalan
Pilihan
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
Terkini
-
Puluhan Siswa di Duren Sawit Diduga Keracunan Makanan, BGN Minta Maaf dan Tanggung Biaya Pengobatan
-
Gugur Akibat Serangan Artileri di Lebanon, Jenazah 3 Prajurit TNI Tiba di Bandara Soetta Sore Ini
-
Jangan Tergiur Jalur Cepat! Ini Risiko Fatal Berhaji Pakai Visa Ziarah
-
Buntut 72 Siswa Diduga Keracunan, BGN Stop Operasional SPPG Pondok Kelapa Tanpa Batas Waktu
-
Tragedi Jembatan B1 Iran: Jumlah Korban Jiwa Serangan AS-Israel Kini Capai 13 Jiwa
-
3 Personel UNIFIL RI Terluka Lagi di Lebanon, Kemlu: Serangan Berulang Ini Tidak Dapat Diterima!
-
Mendagri Tito Kerahkan Praja IPDN, Percepat Pemulihan Permukiman Terdampak Bencana
-
Wujudkan Jakarta Terintegrasi, Pramono Wajibkan Gedung di Atas 4 Lantai Koneksi CCTV ke Pemprov
-
Ditetapkan Sebagai Tersangka, Dittipideksus Bareskrim Cekal Founder PT DSI
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap