Suara.com - Partai Keadilan Sejahtera atau PKS meluncurkan Gerakan Nasional Indonesiaku Hijau di Padepokan Bantaran Ciliwung, Balekambang, Jakarta Timur, Minggu (25/4/2021). Aksi tersebut ditandai dengan pembagian 5 ribu bibit pohon dan komitmen diet plastik.
Presiden PKS Ahmad Syaikhu mengatakan Gerakan Nasional Indonesiaku Hijau sebagai upaya untuk merawat lingkungan. Sekaligus bentuk kritik terhadap kebijakan industrialisasi dan pembangunan ekonomi yang kerap memarginalkan aspek lingkungan.
"Kami menyaksikan, kebijakan pembangunan yang tidak ramah lingkungan dilegitimasi dengan disahkannya UU seperti UU Cipta Kerja dan UU Minerba," kata Syaikhu kepada wartawan, Minggu (25/4/2021).
Sebagai partai politik, PKS kata Syaikhu, menilai pembangunan ekonomi harus berpijak kepada prinsip-prinsip pembangunan yang berkelanjutan atau sustainable development. Bukan justru semata-mata hanya berorientasi terhadap pertumbuhan ekonomi.
"Buat apa pertumbuhan tinggi jika pertumbuhan itu mewariskan krisis dan bencana ekologis bagi generasi mendatang?" ujarnya.
Pada dasarnya Syaikhu menegaskan PKS mendukung terhadap pembangunan energi baru dan terbarukan. Namun, secara tegas menolak Undang-Undang Cipta Kerja yang dinilai tak memperdulikan aspek perlindungan lingkungan.
"Kami menolak UU Cipta Kerja yang memberikan kelonggaran regulasi terkait aspek perlindungan lingkungan hidup," tegasnya.
Sementara, Ketua Bidang Teknologi Industri dan Lingkungan Hidup DPP PKS Mardani Ali Sera berharap gerakan ini dapat diikuti oleh masyarakat. Sebab, kondisi kekinian menurutnya sangat mengkhawatirkan dimana dunia telah mengarah kepada penghancuran global karena krisis iklim.
“Gerakan ini ingin kami jadikan bukan hanya gerakan PKS saja, tapi milik seluruh masyarakat Indonesia,” kata dia.
Baca Juga: Habib Rizieq Akui Larang tim Medis Bocorkan Hasil Tes COVID-19
Lebih lanjut, Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) DPP PKS, Kurniasih Mufidayati menyebut Gerakan Nasional Indonesiaku Hijau telah disiapkan untuk dilaksanakan di 34 provinsi di Indonesia. Gerakan tersebut akan didukung oleh 1.500 unit Rumah Keluarga Indonesia (RKI).
“Ini merupakan bentuk kepedulian PKS untuk mewujudkan konsep rahmatan lil alamin,” tuturnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi