Suara.com - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menyebut pihaknya akan mempertimbangkan kembali penyelenggaraan kompetisi sepak bola Liga 1 buntut dari kerumunan perayaan Persija Jakarta juara Piala Menpora 2021 di sejumlah titik di Ibu Kota.
Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Covid-19 Sonny Harmadi mengatakan kejadian ini akan menjadi catatan buruk bagi Kemenpora dan PSSI sebagai penyelenggara yang bisa saja berimbas pada Liga 1.
"Ini menjadi bahan review masukan pertimbangan kita untuk PSSI dan Kemenpora untuk pelaksanaan liga selanjutnya, ini akan kami pertimbangkan, kami tidak berharap ada seperti itu lagi pokoknya, bahaya," kata Sonny saat dihubungi Suara.com, Senin (26/4/2021).
Dia menyebut bahwa satgas sangat menyesalkan kerumunan tersebut, sebab protokol kesehatan dalam penyelenggaraan Piala Menpora 2021 sudah sangat baik.
"Sangat menyesalkan dan ini bisa menjadi hal yang buruk, padahal kan pelaksanaan piala menporanya sudah sangat baik, jangan sampai penontonnya tidak datang ke stadion sih tapi pesta di luar setiap menang ya sama saja dong," tegasnya.
Sebelumnya, sekelompok Jakmania melakukan aksi konvoi di sejumlah titik Ibu Kota merayakan kemenangan Persija atas Persib Bandung di Piala Menpora pada Minggu (25/4/2021).
Mereka terlihat menggunakan puluhan kendaraan roda dua melintas pelan, dengan menyanyikan yel-yel kemenangan Persija. Tak hanya itu, mereka juga menyalakan kembang api, suar dan membunyikan klakson.
Konvoi pun dilakukan sampai memakan seluruh badan jalan. Banyak juga dari mereka yang turun dari motor sambil bersorak tanpa menggunakan masker dan berkerumun.
Baca Juga: Meski Dilarang, Satgas Prediksi Ada 18,9 Juta Orang Nekat Mudik Lebaran
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar