Suara.com - Sedikitnya empat orang tewas di sebuah rumah sakit Jerman dan polisi menahan seorang karyawan yang diduga melakukan tindakan keji tersebut.
Menyadur Washington Post, Kamis (29/4/2021) seorang juru bicara polisi negara bagian Brandenburg mengatakan petugas mendapat panggilan ke Klinik Oberlin pada pukul 09.00 malam waktu setempat pada Rabu (28/4).
Setibanya di klinik tersebut, petugas menemukan empat orang tewas dan satu orang dalam kondisi terluka parah, katanya.
"Para korban menunjukkan tanda-tanda kekerasan eksternal yang signifikan," kata juru bicara polisi Thorsten Herbst kepada The Associated Press.
Herbst mengatakan polisi sudah menahan seorang wanita yang "sangat dicurigai" atas pembunuhan itu, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.
Surat kabar lokal Potsdamer Neueste Nachrichten melaporkan para korban adalah pasien di klinik tersebut dan wanita yang ditahan itu adalah seorang karyawan.
Petugas hingga kini masih berada di tempat kejadian dan penyidik TKP juga telah terlihat di klinik tersebut untuk melakukan penyelidikan.
Berbasis di Potsdam, Klinik Oberlin adalah rumah sakit ortopedi spesialis dengan sekitar 160 tempat tidur dan 300 staf, menurut situs webnya.
Potsdam berada di tepi barat daya ibu kota Jerman, Berlin.
Baca Juga: Ayah Tiri Tega Jual Anaknya ke Supir Truk, Imbalannya Sebungkus Rokok
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
Terkini
-
400 Tentara AS Terluka dalam Perang Iran
-
Disenggol Soal Paus Leo XIV hingga Tak Dibantu di Selat Hormuz, Trump Tantrum ke PM Italia
-
Anak Palestina Dilarang Sekolah, Israel Tembak Gas Air Mata ke 55 Siswa SD
-
Usai Kasus Foto AI PPSU, Pramono Benahi Sistem JAKI dan Batasi Akses Laporan ASN
-
Senyap, Iran Siap-siap Stok Rudal dan Drone di Tengah Gencatan Senjata
-
Bukan di Bawah Menteri, Baleg DPR Sepakat Bentuk Badan Baru Untuk Kelola Satu Data Indonesia
-
Petisi Tembus 1 Juta Tanda Tangan, Warga Eropa Desak Uni Eropa Putus Hubungan dengan Israel
-
Kasus ISPA Sempat Naik, Pancoran Perkuat Edukasi Kesehatan Lewat 125 Kader
-
Lobi Prabowo ke Putin Berhasil Amankan Pasokan BBM, Eddy Soeparno: Indonesia Masuk Zona Aman
-
Iran Perketat Aturan Selat Hormuz Hadapi Blokade AS di Teluk Persia