Suara.com - Sebuah surat terbuka yang berisi peringatan perang saudara muncul di Prancis. Menyadur DW Kamis (29/04), surat itu ditandatangani oleh pensiunan jenderal Antoine Martinez.
Surat itu mengisyaratkan bahwa militer dapat mengambil tindakan jika Prancis gagal menindak penduduk daerah imigran pinggiran. "Prancis dalam bahaya," tulis surat itu.
Disebutkan bahwa Islamisme dan gerombolan dari pinggiran kota dapat menciptakan kebencian antar komunitas.
"Orang yang menjalankan negara kita harus menemukan keberanian yang dibutuhkan untuk memberantas bahaya ini," kata para tentara yang membubuhkan tanda tangan.
Mereka mendesak negara untuk menggunakan hukum agar bisa memperbaiki keadaan, dan memperingatkan kekacauan yang berkembang bisa berakhir dengan perang saudara.
Belakangan, oknum yang terlibat dalam surat itu akan diberi sanksi di hadapan dewan militer. Mereka termasuk 4 perwira dan setidaknya 20 pensiunan jenderal.
"Masing-masing akan menghadap dewan militer senior," kata Jenderal Francois Lecointre kepada Le Parisian. Lecointre mengatakan bahwa mereka bisa dihapus dari daftar atau pensiun dini.
Sementara itu, Perdana Menteri Prancis, Jean Castex mengatakan campur tangan tokoh militer dalam politik telah melanggar prinsip republik Prancis juga kehormatan dan tugas tentara.
Surat terbuka itu ditandatangani oleh ribuan orang, termasuk tentara. Beberapa diyakini memiliki hubungan dengan gerakan anti-imigrasi sayap kanan.
Baca Juga: KRI Nanggala 402 Tenggelam Ditembak Rudal Kapal Selam Prancis Jelas Hoaks
Pensiunan jenderal, Antoine Martinez, yang mendirikan kelompok sayap kanan, Volontaires pour la France juga termasuk di antara para penandatangan.
Laporan menyebut sekitar 100 perwira berpangkat dan lebih dari 1.000 personel militer menandatangani surat itu.
Menteri angkatan bersenjata Prancis mengatakan surat terbuka itu disahkan oleh Marine Le Pen, tokoh oposisi Prancis. Ia menyebut hal ini mencerminkan kesalahpahaman yang serius terhadap militer.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Demo 27 Agustus, Romli Atmasasmita Soroti Kesiapan Struktural dan Sistem Presisi Polri
-
Bukan Cuma RUU Perampasan Aset, Membaca Keresahan di Balik Demo 27 Agustus
-
Tinggal di Rumah Bambu Tanpa TV, Janda di Jogja Ini Syok Dicap Masuk Kategori Orang Kaya Desil 10
-
Pascakebakaran, Desa Adat Sade Dikebut Pulih Jelang Peak Season MotoGP
-
Purbaya Mau Anggaran MBG Dipangkas Lagi Tahun Ini Setelah Efisiensi Jadi Rp 229 T
-
Sebelum Tewas Dikeroyok, Penjual Cermin di Pejompongan Sempat Pingsan dan Dibawa ke RS Mintohardjo
-
Sering Berujung Represif, YLBHI Sebut Polisi Belum Paham Demo Adalah Hak Konstitusional
-
Bongkar Dalang Pembunuhan, Film "Lobang Buaya" Rilis Trailer dan Poster Menuju Tayang 1 Oktober
-
Gus Yusuf di Muktamar NU: Jangan Jegal Kader, Kembalikan Pemilihan ke AD/ART
-
Massa di Jogja Semprot Pemerintah, Janji 19 Juta Lapangan Kerja Ternyata Scam di Negeri Orang