Suara.com - Koordinator Komite Revolusi Pendidikan Indonesia (KRPI) Jarot menganggap pandemi Covid-19 digunakan sebagai dalih pemerintah untuk membungkam kebebasan masyarakat berpendapat di muka umum. Beragam aksi rakyat di jalanan kerap dicegah karena alasan menimbulkan kerumunan massa.
"Covid-19 merupakan dalih pemerintah dalam hal ini untuk melakukan pembungkaman ruang demokrasi terhadap masyarakat sipil," kata Jarot dalam konferensi pers Tim Advokasi untuk Demokrasi secara daring, Jumat (30/4/2021).
Dalam upaya pembungkaman itu, aparat keamanan kerap melakukan tindakan bahkan di luar dari prosedural yang ada. Mulai dari penghadangan, penangkapan hingga tindakan kekerasan pun dilakukannya.
Jarot menjelaskan kalau pelajar menjadi kelompok yang paling rentan mendapatkan diskriminasi dari pemerintah.
"Pelajar selalu mendapat upaya diskret oleh pemerintah dianggap orang yang tidak mengetahui apa-apa dan orang yang tidak berhak menyampaikan pendapat atau di bawah umur," ujarnya
Kelompok mahasiswa juga paling sering mendapatkan tindakan tidak menyenangkan dari aparat keamanan.
Pada setahun terakhir, aparat keamanan kerap melakukan pengawalan terhadap aksi mahasiswa yang memprotes pihak kampusnya dengan alasan Covid-19.
"Ini juga tidak segan melakukan tindakan kriminaliasi terhadap kawan-kawan mahasiswa."
Baca Juga: Amankan Aksi May Day di Jakarta, 6.394 Personel TNI-Polri Diturunkan
Berita Terkait
-
Lebaran di Bekasi: Open House Dilarang, Tempat Wisata Boleh Dibuka
-
Amankan Aksi May Day di Jakarta, 6.394 Personel TNI-Polri Diturunkan
-
Harga Dipastikan Tak Berubah, GeNose Siap Dapat Label SNI
-
Update Covid RI 30 April: 1.668.368 Pasien Positif, 45.521 Meninggal Dunia
-
Penjual Parsel Lebaran Mulai Bangkit Ditengah Pandemi
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Iran Berencana Kenakan Biaya untuk Kapal yang Melintas Selat Hormuz
-
Fasilitas Pipa Minyak Arab Saudi Pulih, Penyaluran Capai 7 Juta Barel Per Hari
-
Satpol PP Gandeng TNI-Polri Sikat Preman Tanah Abang, Pangkalan Bajaj Liar Ikut Ditertibkan
-
Vladimir Putin Siap Bersua Prabowo Subianto di Moskow, Isu Energi hingga Global Dibahas
-
Negosiasi dengan AS Gagal, Iran: Selat Hormuz Sepenuhnya di Tangan Kami!
-
Jelaskan Anggaran EO Capai Rp113,9 M, Kepala BGN: Mekanisme Sesuai Aturan dan Terbuka untuk Diawasi
-
Bukan Emas atau Berlian, Pemuda di Rembang Pinang Kekasih dengan Mahar Bibit Pohon Mangga!
-
Tak Hanya Tiket Pesawat, AHY Klaim Pemerintah Jaga Tarif Angkutan Darat dan Laut dari Dampak Perang
-
Tower Provider di Kembangan Roboh Timpa 2 Kontrakan, Polisi Dalami Unsur Pidana Kelalaian Kerja!
-
Bapanas Proyeksikan 7 Komoditas Pangan Pokok Bebas Impor pada 2026, Stok Beras Capai 16 Juta Ton!