- Polda Metro Jaya menangkap pengemudi berinisial HM (24) karena mengemudi ugal-ugalan dan melawan arus di Gunung Sahari, Jakarta Pusat.
- Hasil tes urine HM negatif narkoba, namun polisi menemukan senjata tajam, replika senjata api, dan empat pasang plat nomor berbeda.
- HM dijerat Pasal 311 UU LLAJ terkait mengemudi membahayakan dan kasusnya dilimpahkan ke Reserse untuk pendalaman temuan lainnya.
Suara.com - Polda Metro Jaya mengamankan seorang pengemudi mobil jenis Toyota Calya hitam berinisial HM (24) setelah melakukan aksi berkendara secara ugal-ugalan di kawasan padat lalu lintas Jakarta Pusat.
Insiden yang terjadi di kawasan Gunung Sahari ini memicu perhatian publik setelah kendaraan tersebut diketahui melawan arus dan membahayakan pengguna jalan lainnya.
Polisi segera melakukan tindakan tegas dengan menghentikan kendaraan dan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap pengemudi serta isi mobil tersebut.
Setelah berhasil dihentikan, petugas kepolisian langsung melakukan tes urine terhadap HM untuk memastikan apakah tindakan berbahaya tersebut dipengaruhi oleh konsumsi narkotika atau obat-obatan terlarang.
Namun, berdasarkan pemeriksaan medis awal, pengemudi tersebut dinyatakan bersih dari zat adiktif.
"Sementara ini dari hasil tes urine yang kami lakukan memang didapati hasilnya negatif," kata Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (26/2/2026).
Penemuan Senjata Tajam dan Senpi Mainan di Dalam Mobil
Pemeriksaan tidak berhenti pada kondisi fisik pengemudi. Petugas di lapangan melakukan penggeledahan intensif terhadap kabin mobil Calya hitam yang digunakan oleh HM.
Saat kejadian, HM diketahui tidak sendirian di dalam mobil, melainkan sedang bersama seorang penumpang wanita.
Baca Juga: Kronologi Pemobil Calya Hitam Ugal-ugalan Lawan Arah di Gunung Sahari, Ternyata Pelatnya Palsu
Hasil penggeledahan tersebut mengejutkan petugas karena ditemukan sejumlah benda berbahaya dan barang bukti yang mencurigakan.
Di dalam kendaraan tersebut, polisi menemukan senjata tajam yang disimpan oleh pengemudi. Selain itu, terdapat benda yang menyerupai senjata api, meskipun setelah diperiksa lebih lanjut benda tersebut merupakan replika atau mainan.
Temuan ini meningkatkan kewaspadaan petugas terkait motif pengemudi membawa benda-benda tersebut di tengah kota.
"Di dalam mobil yang digunakan oleh pengendara didapati ada empat pasang Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) berlainan. Kemudian juga ditemukan ada satu senjata api mainan dan dua senjata tajam jenis golok dan badik," katanya sebagaimana dilansir Antara.
Adanya empat pasang plat nomor atau TNKB yang berbeda-beda di dalam satu mobil memicu dugaan adanya upaya pemalsuan identitas kendaraan atau keterlibatan dalam tindak pidana lainnya.
Temuan golok dan badik juga menjadi poin krusial dalam pemeriksaan ini karena kepemilikan senjata tajam di tempat umum tanpa izin yang sah dapat dijerat dengan undang-undang darurat.
Berita Terkait
-
Kronologi Pemobil Calya Hitam Ugal-ugalan Lawan Arah di Gunung Sahari, Ternyata Pelatnya Palsu
-
Aksi Ugal-ugalan Berujung Petaka, Toyota Calya Diamuk Massa
-
Sopir Toyota Calya Ugal-Ugalan di Jakarta Diamankan, Polisi Tunggu Hasil Tes Urine
-
Ugal-ugalan dan Lawan Arus, Mobil Calya Diamuk Massa di Gunung Sahari
-
Terkuak! Bukan Polisi, Pelaku Penganiaya Pegawai SPBU di Cipinang Ternyata Wiraswasta
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
Terkini
-
Prabowo Akhiri Kunjungan Kenegaraan di Prancis, Bertolak Kembali ke Jakarta
-
Mangkir dari Pemeriksaan Gas 'Whip Pink', Influencer ZNM dan Dua Saksi Lain Dijemput Paksa Polisi
-
Dulu Diminta Balik ke Barak, Ray Rangkuti Kritik TNI Kini 'Kepung' Ranah Sipil
-
Modus Pungli dan Titipan dalam SPMB 2026, dari Uang Bangku hingga Rekayasa Domisili
-
Tragedi Jip Wisata Bromo: Rem Blong di Tikungan Letter S Wonokitri, Dua Orang Tewas
-
Bahaya Gas N2O Whip Pink: Konsumen Alami Lumpuh Temporer hingga Kerusakan Saraf Tepi
-
Polisi Ungkap Kronologi dan Penyebab Sementara Ledakan PT MCCI Cilegon
-
Polemik Kurban Uang Negara: Dasar Hukum, Pandangan MUI, dan Alasan Pemerintah
-
Geger Eks Pegawai Sudin LH Jakpus Tewas Usai Diduga Lompat dari Jembatan Cawang
-
Gen Z Lebih Berani dan Tak Kenal Takut Dibanding Generasi Orde Baru