Suara.com - Polda Metro Jaya menyediakan layanan tes swab antigen bagi massa buruh yang akan berunjuk rasa saat memperingati peringati Hari Buruh Internasional alias May Day 2021 pada Sabtu (1/5/2021) besok.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengakatakan, layanan itu merupakan permintaan dari sejumlah organisasi buruh.
"Pak Kapolda Metro Jaya membentuk tim kesehatan langsung berkoordinasi dengan teman-teman (massa buruh) yang memang mengharapkan ada pengecekan swab," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (30/4/2021).
Adapun sejumlah titik layanan SWAB Antigen besok lokasinya bersifat situasional, tergantung permintaan organisasi buruh.
"Titik kumpulnya SPSI, KSPI meminta kepada kami, di mana titik kumpulnya akan ada tim yang datang ke sana untuk melaksanakan swab," jelas Yusri.
Kemudian kepada peserta aksi diminta untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan. Para buruh dimita untuk berlajar dari kasus pelonjakan Covid-19 di India.
"Perlu disadari untuk serikat buruh yang turun besok, jangan sampai terjadi seperti negara India. Kita tau India hampir ada 300 ribu ribu yg positif (perhari), yang meninggal 8 ribu lebih," kata Yusri.
Di samping itu untuk pengamanan besok, 6.394 personel gabungan TNI-Polri akan diturunkan. Jumlah itu kemungkinan akan ditambah, namun tergantung situasi besok.
"Ada 6.394 personel kemungkinan akan bersifat tambah lagi yang akan kami turunkan, gabungan TNI-Polri kemudian dari pemerintah daerah (Pemda)," terang Yusri.
Baca Juga: Amankan Aksi May Day di Jakarta, 6.394 Personel TNI-Polri Diturunkan
Sementara itu untuk rekayasa lalu lintas, bersifat situasional tergantung lokasi para pengunjuk rasa mulai berkumpul.
"Tapi pengalaman sebelumnya, jika massa di Patung Kuda, jalur Sudirman -Thamrin kami alihkan ke Tanah Abang atau ke Bundaran HI , kita lihat perkembangannya seperti apa," tutup Yusri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
- 5 HP Infinix Termurah dengan Fitur NFC yang Canggih, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Pesan Menohok Foke soal Beasiswa LPDP: Anak Betawi Nilainya Harus 11 untuk Bisa Jadi Tuan di Jakarta
-
Ratusan Dapur MBG Di-Suspend! BGN Temukan Masalah Serius dari Menu hingga Higiene
-
Lebaran Betawi 2026 Meriah di Lapangan Banteng, Pramono: Ini Identitas Asli Jakarta
-
Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Komnas HAM Tunggu Izin Panglima TNI Periksa 4 Prajurit
-
Fakta Baru OTT di Tulungagung: Adik Bupati Juga Ikut Diamankan KPK
-
Proyek Dikebut! Stasiun JIS Siap Beroperasi Juni 2026, Warga Bisa Naik KRL Langsung ke Stadion
-
Terungkap! OTT KPK di Tulungagung Diduga Terkait Skema Pemerasan
-
OTT KPK Tulungagung: 13 Orang Dibawa ke Jakarta, Bupati Ikut Diperiksa
-
Bupati Tulungagung Kena OTT KPK, Uang Ratusan Juta Ikut Disita
-
Kasus Pegawai KPK Gadungan Peras Sahroni, Ketua KPK Minta Tunggu Hasil Pemeriksaan Polisi