Suara.com - Hari Buruh atau May Day yang jatuh tepat pada hari Sabtu (1/5/2021) hari ini dijadikan momentum oleh para serikat buruh untuk menyampaikan aspirasi mereka.
Saat ini, massa yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), dan sektor mahasiswa telah berada di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat.
Wakil Presiden KSPI, Riden Hatam Aziz mengatakan, adapun sejumlah tuntutan yang disampaikan dalam aksi hari ini masih berkaitan dengan Omnibus Law - UU Cipta Kerja. Secara tegas, mereka meminta agar undang-undang itu untuk segera dicabut.
"Dalam aksi perayaan May Day ini tema kami usung adalah gelegar perlawanan terhadap uu omnibuslaw kemudian tuntutan kami hanya satu batalkan dan cabut UU Cipta Kerja Omnibus Law," kata dia di lokasi.
Meski pandemi Covid-19 masih menghajar Tanah Air, massa aksi tetap turun ke jalan untuk menyuarakan tuntutannya. Untuk itu, para peserta aksi tetap melakukan rapid test antigen.
"Kemudian aksi kami namakan aksi lapangan dan juga aksi virtual kenapa ? Kami sadar betul bahwa pandemi Covid-19 belum berakhir. ini adalah salah datu bukti kami peserta aksi sudah melakukan rapid tes antigen," sambungnya.
Tak hanya itu, aksi secara virtual juga digelar oleh seluruh anggota KSPI di 24 provinsi dengan rincian 136 Kabupaten/Kota. Tal hanya itu aksi turut digelar di tiga ribu-an pabrik yang tersebar di seluruh Tanah Air.
"Kemudian aksi kami melalui virtual, seluruh anggota kami di 24 provinsi 136 kabupaten/kota di 3 ribuan pabrik juga melakukan aksi yang sama pada hari ini, dan tuntutan juga sama hanya satu batalkan UU Nomor 11 tahun 2020," jelas dia.
Pantauan di lokasi, massa yang turun dalam aksi ini turut memasang replika sejumlah nisan dengan tuntutan beragam. Misalnya, RIP Cuti Melahirkan hingga RIP Satuan Upah Per-jam.
Selain berorasi, massa aksi juga melakukan prosesi tabur bunga di replika nisan tersebut. Aksi itu disebut Riden sebagai simbol terkuburnya hak-hak para pekerja.
Baca Juga: Puasa dan Corona Tak Menyurutkan Buruh Gelar Aksi May Day 2021
"Kenapa kami bikin replika nisan, UU 11 2020 sama juga mengubur hak-hak kami sbg pekerja. Kami melawan itu," tutup dia.
Terpisah, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya juga turut menyiapkam rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi. Namun, rekayasa lalu lintas itu sifatnya situasional.
“Rekayasa lalu lintas nanti sifatnya situasional,” kata Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yugo.
Nantinya, jika area Patung Kuda tertutup maka penyekatan balal dilakukan oleh kepolisian.
“Nantinya jalan atau bundaran Patung Kuda terutup masa maka penyekatan,” sambungnya.
Sebelumnya, 6.394 personel gabungan TNI-Polri akan diturunkan untuk mengawal perayaan Hari Buruh atau May Day pada 1 Mei 2021 besok.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, mengatakan jumlah itu kemungkinan akan ditambah, namun tergantung situasi besok.
"Ada 6.394 personil kemungkinan akan bersifat tambah lagi yang akan kita turunkan, gabungan TNI-Polri kemudian dari pemerintah daerah (Pemda)," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jumat (30/4/2021).
Mengingat situasi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, Yusri meminta kepada para buruh untuk tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat, seperti memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan.
Para buruh pun diminta belajar dari ledakan kasus Covid-19 yang terjadi di India saat ini.
"Perlu disadari untuk serikat buruh yang turun besok, jangan sampai terjadi seperti negara India. Kita tahu India hampir ada 300 ribu ribu yang positif (perhari), yang meninggal 8 ribu lebih," kata Yusri.
Berita Terkait
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Duka di Cikarang Utara: Ayah dan Anak Tewas Usai Ledakan Tabung Gas Hanguskan Rumah
-
Sapu Bersih 40 Suara! Emil Dardak Kembali Pimpin Demokrat Jatim Secara Aklamasi
-
Tembus Rp189 Miliar! Data PPATK Bongkar Transaksi Judi Daring Warga dan ASN di Lebak
-
Maba UII Langsung Juara Campus League, Alfira Deanika Tundukkan Unggulan UNESA
-
Menyambangi Tebuireng, Tradisi Ziarah dan Suka Cita Warga NU Jelang Muktamar Ke-35
-
Momentum HAPERNAS 2026, Perumnas Serahterimakan Hunian kepada Lebih dari 530 Konsumen
-
Bila Mufakat Buntu, Sidang Pleno III Muktamar Ke-35 NU Sepakati Opsi Voting
-
Bahtsul Masail di Muktamar NU Sepakat Kripto Boleh Ditransaksikan
-
Batas Aman BPA Diperketat! BPOM Resmikan Aturan Baru Kemasan Galon Guna Ulang
-
Pabrik Styrofoam di Cileungsi Ludes Terbakar, Percikan Las Hanguskan Bangunan Hingga 7 Mobil