- Generasi muda Betawi didorong kuasai sektor strategis di Jakarta Kota Global.
- Mahasiswa Betawi serukan penguatan SDM dan adaptasi digital di kampung sendiri.
- Budaya Betawi harus menjadi tuntunan hidup, bukan sekadar tontonan hiburan semata.
Suara.com - Di tengah transformasi besar Jakarta menuju status Kota Global atau Daerah Khusus Jakarta (DKJ), generasi muda Betawi diingatkan untuk tidak sekadar menjadi saksi sejarah yang terpinggirkan. Dalam diskusi daring bertajuk "Anak Betawi Bisa Apa? Quo Vadis Gerakan Anak Muda Betawi", para aktivis mahasiswa menyerukan perlunya redefinisi gerakan agar tidak lagi terjebak pada romantisme masa lalu atau sekadar kegiatan seremonial.
Ketua Umum Keluarga Mahasiswa Betawi (KMB), Ihsan Wildan, menegaskan bahwa saat ini pemuda Betawi berada di "persimpangan sejarah". Ia menyoroti fenomena masyarakat Betawi yang perlahan tersisih dari pusat kota akibat modernisasi dan pembangunan. Menurutnya, gerakan pemuda Betawi harus bertransformasi dari pelestarian budaya ke penguasaan sektor strategis, seperti pendidikan dan ekonomi.
"Kita tahu masyarakat Betawi itu egaliter, namun ke depan kita harus mampu memegang kendali kepemimpinan," ujar Ihsan dalam pemaparannya, Rabu (25/2/2026).
Ihsan mengkritik kebudayaan Betawi saat ini yang sering kehilangan esensinya. Ia menekankan bahwa budaya harus menjadi nilai hidup (tuntunan), bukan sekadar hiburan (tontonan).
"Anak muda harus duduk di meja pengambilan keputusan, bukan cuma di barisan belakang. Betawi tidak akan hilang karena zaman, namun akan hilang jika anak mudanya kehilangan keberanian," katanya.
Senada dengan Ihsan, Ketua Umum Forum Komunikasi Mahasiswa Betawi (FKMB), Revino Akbar, menyoroti tantangan nyata Jakarta setelah tidak lagi menyandang status Ibu Kota. Ia melihat adanya risiko perubahan sosial masif yang bisa menggerus nilai-nilai komunal Betawi jika tidak diantisipasi dengan penguatan Sumber Daya Manusia (SDM).
Revino menekankan bahwa pemuda Betawi harus beradaptasi dengan era digital dan aktif dalam ruang pengambilan keputusan. Ia menolak stigma bahwa anak Betawi hanya pandai bersenang-senang tanpa kapasitas intelektual yang mumpuni.
"Kita anak muda Betawi jangan mau hanya jadi penonton di kampung sendiri," kata Revino lugas.
Ia mendorong identitas Betawi masuk ke dalam algoritma kehidupan modern, baik dalam kancah politik maupun ekonomi digital. Revino berpesan agar para intelektual muda tetap menjaga keseimbangan antara kemajuan zaman dan akar budaya.
Baca Juga: Hantam Jalan Berlubang di Tanjung Priok, Pengendara Motor Tewas Terserempet Truk
"Jangan biarkan Jakarta menjadi Kota Global yang kehilangan rohnya, dan jangan biarkan anak muda Betawi menjadi intelektual yang kehilangan akarnya," tuturnya.
Diskusi ini menjadi momentum bagi organisasi kepemudaan seperti KMB dan FKMB untuk bersinergi di bawah payung Majelis Kaum Betawi (MKB). Mereka bersepakat bahwa tanpa penguasaan teknologi, ilmu pengetahuan, dan ekonomi, narasi untuk bangkit di tanah sendiri hanya akan menjadi slogan tanpa makna.
___________________________
Reporter: Dinda Pramesti K
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- PLTS 100 GW Diproyeksikan Serap 1,4 Juta Green Jobs, Energi Surya Jadi Mesin Ekonomi Baru
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
Pilihan
-
Wafat di Usia 74 Tahun, Ini 7 Kontroversi Alex Noerdin: Kasus Korupsi hingga Dana Bagi Hasil Migas
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
Terkini
-
Ketua Banggar DPR Kritisi Impor 105.000 Mobil Niaga dari India: Ancaman bagi Industri Dalam Negeri
-
PSI Gelar Mudik Gratis 2026: Siapkan 100 Bus untuk 5.000 Penumpang, Ini Cara Daftarnya!
-
Soal PT 7 Persen, Titi Anggraini: Ambang Batas Fraksi Lebih Adil Bagi Suara Rakyat
-
Menag Tegaskan Zakat Tak Boleh untuk MBG, Penyaluran Wajib Sesuai 8 Asnaf
-
KPK Kembali Panggil Eks Menhub Budi Karya Sumadi Jadi Saksi Dugaan Suap Proyek DJKA
-
Maidi Diduga Terima Upeti 10 Persen Proyek PUPR Kota Madiun, KPK Cecar 6 Anak Buah
-
KPK Periksa Enam Pejabat Dinas PUPR Kota Madiun Terkait Korupsi Wali Kota Maidi
-
Kasus Pelecehan Guru SLB di Jogja Naik Penyidikan, Polisi Segera Panggil Terlapor
-
KPK Telusuri Pola Fee Proyek PUPR Madiun, Maidi Diduga Terima Imbalan hingga 10 Persen
-
532 Ribu Tiket Kereta Lebaran Ludes Terjual, KAI Daop 1 Ingatkan Sisa Kursi Menipis