- Wasekjen PDI Perjuangan, Adian Napitupulu, mengutuk keras teror yang dialami Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto.
- Adian menyatakan teror terhadap mahasiswa adalah kemunduran demokrasi dan meminta pelakunya segera menghentikan tindakan tersebut.
- Tiyo Ardianto menerima ancaman melalui WhatsApp empat hari setelah memprotes kegagalan pemerintah terkait hak anak di NTT.
Suara.com - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PDI Perjuangan yang juga Anggota Komisi X DPR RI, Adian Napitupulu, memberikan tanggapan keras atas tindakan teror dan intimidasi yang dialami Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM), Tiyo Ardianto.
Adian menegaskan bahwa cara-cara primitif seperti teror sudah tidak relevan dalam kehidupan berbangsa saat ini.
Ia menilai tindakan teror terhadap mahasiswa yang menyuarakan pendapat merupakan bentuk kemunduran demokrasi. Adian meminta oknum-oknum di balik aksi tersebut untuk menghentikan tindakan mereka jika ingin melihat Indonesia menjadi negara yang lebih maju dan beradab.
“Teror itu udah nggak laku ya, sudah bukan zamannya. Itu zaman dulu. Kalau kemudian kita hidup di zaman sekarang, kita harus lebih beradab. Perbedaan pendapat itu sesuatu yang biasa. Duduk di meja sama-sama, sampaikan argumentasi masing-masing, dan biarkan rakyat menjadi jurinya melihat itu,” ujar Adian di Sekolah Partai PDIP, Jakarta Selatan, Rabu (25/2/2026).
Politisi PDI Perjuangan itu menekankan bahwa di era keterbukaan informasi, setiap silang pendapat seharusnya diselesaikan di ruang dialog.
Baginya, argumentasi harus dilawan dengan argumentasi, bukan dengan intimidasi fisik maupun psikis yang justru merusak tatanan sosial.
“Dibandingkan teror-teror, teror-teror dan menurut saya pelaku teror itu sudahlah, hentikan kalau kalian mau Indonesia menjadi semakin lebih beradab,” tegasnya.
Adian memperingatkan bahwa pola-pola kekerasan dalam menyikapi kritik tidak akan pernah memberikan dampak positif bagi stabilitas dan reputasi bangsa di mata dunia.
Ia pun menutup pernyataannya dengan seruan untuk kembali pada jalur hukum dan etika dalam berdemokrasi.
Baca Juga: Ngeri! Relawan Kemanusiaan Asal Jogja di Aceh Kena Teror, Dikirimi Bangkai Anjing Tanpa Kepala
“Tindakan teror dalam segala bentuknya itu tidak akan membawa kita pada kemajuan, tapi membawa kita pada kemunduran. Clear ya?” pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dilaporkan mendapatkan ancaman serius melalui pesan WhatsApp dari nomor berkode negara Inggris (+44). Ancaman tersebut diterima empat hari setelah Tiyo memprotes pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai gagal menjamin hak dasar anak, menyusul tragedi bunuh diri di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Selain ancaman penculikan, pesan tersebut juga berisi tuduhan personal yang menyerang integritas Tiyo.
“Agen asing. Jangan cari panggung jual narasi sampah,” bunyi pesan ancaman yang diterima Tiyo.
Berita Terkait
-
Ngeri! Relawan Kemanusiaan Asal Jogja di Aceh Kena Teror, Dikirimi Bangkai Anjing Tanpa Kepala
-
Teror Berantai Ketua BEM UGM 2026: Kritik Kebijakan, Fitnah AI, hingga Ancaman ke Keluarga
-
Wakil Ketua Komisi VI Adisatrya Sulisto Soroti Kebijakan Impor Mobil Operasional KDKMP dari India
-
Profil Tiyo Ardianto, Ketua BEM UGM yang Kritik Pemerintahan Prabowo-Gibran 'Rezim Bodoh'
-
Politisi PDIP Sentil Jokowi Soal Revisi UU KPK: Sebagai Mantan Presiden Tanggung Jawab Itu Tetap Ada
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- PLTS 100 GW Diproyeksikan Serap 1,4 Juta Green Jobs, Energi Surya Jadi Mesin Ekonomi Baru
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
Pilihan
-
Wafat di Usia 74 Tahun, Ini 7 Kontroversi Alex Noerdin: Kasus Korupsi hingga Dana Bagi Hasil Migas
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
Terkini
-
Dari BoP sampai Perjanjian Dagang: Lawatan Prabowo ke AS Dianggap Tabrak Konstitusi, Ini Alasannya
-
Anggota Denintel Kodam XVII/Cendrawasih Gugur Diserang KKB di Nabire
-
Redefinisi Peran Pemuda Betawi di Tengah Transformasi Jakarta Menjadi Kota Global
-
Ketua Banggar DPR Kritisi Impor 105.000 Mobil Niaga dari India: Ancaman bagi Industri Dalam Negeri
-
PSI Gelar Mudik Gratis 2026: Siapkan 100 Bus untuk 5.000 Penumpang, Ini Cara Daftarnya!
-
Soal PT 7 Persen, Titi Anggraini: Ambang Batas Fraksi Lebih Adil Bagi Suara Rakyat
-
Menag Tegaskan Zakat Tak Boleh untuk MBG, Penyaluran Wajib Sesuai 8 Asnaf
-
KPK Kembali Panggil Eks Menhub Budi Karya Sumadi Jadi Saksi Dugaan Suap Proyek DJKA
-
Maidi Diduga Terima Upeti 10 Persen Proyek PUPR Kota Madiun, KPK Cecar 6 Anak Buah
-
KPK Periksa Enam Pejabat Dinas PUPR Kota Madiun Terkait Korupsi Wali Kota Maidi