News / nasional
Erick Tanjung | Stephanus Aranditio
Tangkapan layar--Presiden Joko Widodo mengaku aktif dalam kegiatan pencinta alam semasa kuliah, diungkapkan saat berbincang bersama Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, Nadiem Makarim dalam Podcast Hardiknas, Minggu (2/5/2021).

Suara.com - Presiden Joko Widodo mengaku pernah aktif dalam kegiatan pencinta alam semasa kuliah dulu di Universitas Gajah Mada atau UGM Yogyakarta. Hal itu diungkapkan Jokowi saat berbincang bersama Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, Nadiem Makarim dalam Podcast Hardiknas, Minggu (2/5/2021).

"Tapi juga saya aktif, tapi aktif utamanya di pecinta alam. Saya memang senang dan juga bisa belajar di mana saja, belajar kan tidak hanya di kampus, tapi di alam pun kita bisa belajar," kata Jokowi.

Jokowi yang memang dikenal tercatat aktif sebagai anggota Mapala Silvagama itu menyebut pendidikan di luar kelas juga tidak kalah pentingnya dengan pendidikan di dalam kelas dengan batasan waktu tertentu.

"Kadang bisa lebih penting," ucapnya.

Baca Juga: Peringatan Hardiknas 2021, Jokowi Minta Guru Lebih Adaptif dan Hybrid

Presiden yang menempuh pendidikan dasar dan menengah di Solo, lalu mendapat Sarjana Strata 1 di Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta itu juga mengaku sebagai orang yang kompetitif saat menempuh pendidikan.

"Saya memang orangnya waktu itu di SD, SMP, SMA, universitas memang tidak mau kalah, artinya gini kalau saya melihat teman saya malam belajarnya satu jam, saya belajarnya dua jam, habis subuh misal teman saya belajar setengah jam saya satu jam, juara satu saya lihat belajar malam dua jam, saya empat jam, tidak mau kalah maksudnya gitu," jelasnya.

Menurut Jokowi, cara-cara itu dia lakukan untuk mewujudkan cita-citanya yang berujung menjadi pengusaha kayu lalu hijrah ke dunia politik hingga menjadi orang nomor satu di Indonesia.

Pada hari Hardiknas 2 Mei 2021 ini, Jokowi berharap pandemi tidak boleh membuat pendidikan terpukul terlalu dalam, setiap insan pendidikan harus berinovasi di situasi krisis seperti saat ini.

Jokowi menegaskan bahwa insan pendidikan tidak bisa lagi menggunakan cara-cara lama, sebab ada atau tidaknya pandemi, sistem pendidikan Indonesia memang sudah seharusnya lebih maju.

Baca Juga: Petisi THR dan Gaji ke-13 PNS 2021 Viral, Protes Minta Tukin Dibayar Penuh

Komentar