Suara.com - Inggris berencana mengirim 1.000 ventilator tambahan ke India, di saat negara tersebut diterpa "tsunami" Covid-19 yang hingga kini belum menurun.
Menyadur Channel News Asia, Senin (3/5/2021) rencana tersebut disampaikan pemerintah Inggris pada Minggu, untuk meningkatkan dukungannya kepada India memerangi Covid-19.
"Dukungan ini akan segera membantu memenuhi beberapa kebutuhan akut India, terutama oksigen untuk pasien," kata Menteri Luar Negeri Dominic Raab dalam sebuah pernyataan.
"Kami bertekad untuk membantu teman-teman kami di India di saat mereka membutuhkan." tegasnya.
Pejabat tinggi kesehatan Inggris juga telah berbicara dengan rekan mereka di India untuk menawarkan nasihat mengenai penanganan Covid-19.
Pemerintah Inggris sebelumnya telah menyetujui untuk mengirimkan 600 alat kesehatan, termasuk ventilator dan konsentrator oksigen ke India.
Negara lain, termasuk Amerika Serikat, Jerman, dan Pakistan, juga memberikan bantuan kepada India di tengah jumlah infeksi setiap hari di India mencapai 392.488, dengan total kematian lebih dari 215.000.
Dukungan terbaru dari Inggris datang menjelang perbincangan melalui telepon antara perdana menteri Boris Johnson dan Narendra Modi, yang dijadwalkan pada hari Selasa.
Pertemuan tersebut menggantikan kunjungan langsung yang dijadwalkan pada bulan April, tetapi harus dibatalkan karena lonjakan infeksi Covid-19.
Baca Juga: Desiree Tarigan Tutup Pintu Damai dengan Hotma Sitompul?
Pemerintah Modi enggan memberlakukan lockdown nasional, tetapi hampir 10 negara bagian dan wilayah persatuan India telah memberlakukan beberapa bentuk pembatasan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
Pilihan
-
IHSG Tembus Rekor Baru 9.110, Bos BEI Sanjung Menkeu Purbaya
-
7 Rekomendasi HP Baterai Jumbo Paling Murah di Bawah Rp3 Juta, Aman untuk Gaming
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus, Saya Mendukung!
-
Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
Terkini
-
Jaksa Agung Peringatkan Penegakan Hukum Bisa Lumpuh, Usulkan Tambahan Anggaran Rp7,49 Triliun
-
Lewat Sistem Digital, Presiden Prabowo Awasi Kinerja Kemenkum dari Satu Layar
-
Daftar Perjalanan Kereta Api Batal Hari Ini, Cek Cara Refund Tiket 100 Persen
-
BGN Klaim Kejadian Gangguan Pencernaan MBG Turun Signifikan Seiring Penambahan SPPG
-
Anti-Tersesat! 6 Fakta Gelang RFID, Syarat Wajib Baru Mendaki Gunung Gede Pangrango
-
Kepala BGN: Anak Hasil Pernikahan Siri dan Putus Sekolah Wajib Dapat MBG
-
Terjaring OTT, Wali Kota Madiun Diduga Terima Suap Berkamuflase Dana CSR
-
Bukan Cuma Bupati Pati Sudewo, KPK Juga Tangkap Camat dan Kepala Desa
-
Kata Dasco soal Usulan Pilkada Via E-Voting: Semua Akan Dikaji, Terutama Keamanannya
-
Viral Menu Kering MBG Disebut Jatah 2 Hari, Kepala SPPG Bekasi: Itu Salah Paham