Suara.com - Vivek Rai, dokter muda berusia 36 tahun asal Gorakhpur, Uttar Pradesh ditemukan tewas gantung diri di dalam kamarnya. Ia diduga bunuh diri karena frustasi.
Menyadur India Today Rabu (5/5/2021), Rai meninggalkan seorang istri yang sedang hamil dua bulan. Mereka baru menikah bulan November tahun lalu.
Sebelum bunuh diri, Vivek Rai sedang bertugas merawat pasien Covid-19 selama hampir sebulan di ICU Max Hospital Saket, rumah sakit swasta di Delhi.
Dr Vivek Rai adalah mahasiswa DNB (Diplomate of National Board) bidang Kedokteran Keluarga dan sedang jadi dokter residen di rumah sakit tersebut.
Berbicara tanpa menyebut nama, salah satu kolega mengatakan Vivek Rai bertugas menangani Covid-19 selama satu bulan terakhir untuk pasien ICU dan diduga tertekan dengan situasi ini.
"Dia akan memberikan CPR kepada sekitar tujuh hingga delapan pasien setiap hari. Meskipun ada upaya, tidak banyak yang bisa bertahan," katanya.
Rekan Rai mengatakan sebagai pejuang Covid-19 garis depan, dia menyelamatkan ratusan nyawa selama pandemi. Jenazah Dr Rai dibawa ke AIIMS New Delhi untuk postmortem.
"Ini sekali lagi membawa fokus ketegangan emosional yang luar biasa yang dialami dokter dan petugas kesehatan saat menangani krisis Covid-19," kata Dr Ravi Wankhedkar, mantan presiden nasional Asosiasi Medis India.
"Kematian seorang dokter muda ini adalah pembunuhan oleh sistem yang telah menciptakan frustrasi karena kekurangan kesehatan dasar. Fasilitas perawatan."
Baca Juga: Dihantam Tsunami Covid-19, Singa-singa di India Ikut Terpapar Corona
Dalam sebuah pernyataan, polisi mengatakan Rai meninggal karena bunuh diri di kediamannya di Malviya Nagar.
"Pencarian menyeluruh di ruangan itu dilakukan dan pemberitahuan bunuh diri ditemukan di mana tidak ada tuduhan yang dibuat terhadap siapa pun oleh almarhum," kata polisi.
Catatan Redaksi: Hidup sering kali sangat berat dan penuh tekanan, tetapi kematian tidak pernah menjadi jawabannya. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecenderungan bunuh diri, sila hubungi dokter kesehatan jiwa di Puskesmas atau rumah sakit terdekat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
Terkini
-
Menelisik Garam Palungan Desa Les: Saat Warisan Leluhur Bertahan di Tengah Modernisasi
-
Sinyal HP Tumbang, 200 BTS Rusak: Begini Update Gempa NTT
-
Data Sering Nyangkut, DPRD DKI Minta Mekanisme Sanggah Manual untuk Desil Warga
-
Cara Pakai Tinted Sunscreen Yang Benar Ala dr Zie Untuk Samarkan Flek Hitam
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Skybar ibis Styles Yogyakarta Kembali Dibuka, Hadirkan Beragam Agenda Rutin
-
Kawasan Hutan 60 Hektare Diduga Punya Anggota DPRD Kampar, Belum Ada Tersangka
-
2026 Is the New 2016, Mengapa Gen Z Kangen Internet yang Dulu?
-
Suzuki XL Terbaru Mulai Diserahkan Kepada Konsumen Jabodetabek
-
Apakah Serum Penumbuh Rambut Aman Digunakan Setiap Hari?