Suara.com - Bekas pimpinan Majelis Ulama Indonesia, Tengku Zulkarnain dikabarkan lama tak muncul karena terpapar virus Corona (Covid-19). Isu terpapar Covid-19 itu beredar lantaran Ustadz Tengku Zul yang kerap aktif di media sosial, tiba-tiba tak muncul.
Warganet yang curiga mengatakan kalau Ustaz Tengku Zulkarnain positif Covid-19 dan dirawat di RS Profesor Doktor Tabrani Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru, Riau.
Saat mengonfirmasi hal tersebut kepada pihak rumah sakit, petugas keamanan mengatakan bahwa memang ada nama pria berusia 57 tahun tersebut di sana beberapa waktu yang lalu.
"Pasien bernama Tengku Zulkarnain berusia 57 memang pernah masuk di sini, kalau Covid-19 saya tidak tahu," ucap salah satu petugas jaga RS Prof Dr Tabrani kepada Riauonline.co.id--jaringan Suara.com, Minggu (9/5/2021).
Selain itu, pihak petugas jaga depan pintu masuk RS Tabrani juga mengatakan bahwa pasien dengan nama Tengku Zulkarnain sudah tidak dirawat di RS tersebut.
"Saat ini sudah tidak ada pasien bernama Tengku Zulkarnain, lebih lanjut hubungi saja atasan kami," lanjutnya.
Sudah hampir seminggu ini tidak ada cuitan baru di akun Twitternya. Akun @ustadtengkuzul terakhir kali menuliskan cuitan di akun twitternya pada Minggu, 2 Mei 2021. Cuitannya berkaitan dengan Covid-19.
"Semoga semua kaum Muslimin yg wafat (wafat) kena covid 19 diampuni dan dimuliakan Allah. Sementara yg berhasil sembuh dilindungi Allah dalam keta’atan kepadaNya. AlFatihah…Amin," tulisnya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Ustaz Tengku Zulkarnain perihal terkena Covid-19 atau tidak.
Baca Juga: Klaster Tarawih Muncul di Kabupaten Pati, 56 Orang Positif Covid-19
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam