Dia meyakini pula apa yang didapatnya sebagai karunia Allah kepada orang dengan pekerjaan menjaga tempat pemakaman umum.
“Saya pikir, barokahlah rezeki kita. Walaupun di situ hasil kita sedikit, tetapi yang lain alhamdulillah istilahnya berkahlah. Itu mungkin karena kita mengurus makam itu.”
Dia juga menceritakan pengalaman ketika mengalami kecelakaan kerja saat memotong rumput liar yang tumbuh di pemakaman. Secara tak sengaja, pisau mesin pemotong rumput menghantam bata, lalu pisau itu tanpa ampun meluncur ke tulang kaki Gunan sehingga menimbulkan luka yang amat fatal. Tulang kaki Gunan patah sehingga dokter terpaksa menanamkan pen di kaki Gunan supaya kembali berfungsi. Gunan mesti beristirahat cukup lama untuk memulihkan luka.
“Setahun saya nggak bisa ngapa-ngapain, ngemblek aja di rumah. Sampai sekarang (kaki) memang belum normal karena pen belum diambil, walaupun saya kecelakaan seperti itu alhamdulillah saya berkah pak. Jadi, mungkin ada dorongan-dorongan almarhum kali ya di situ,” kata dia.
Berkat yang dirasakan Gunan setelah diuji melalui kecelakaan kerja, begitu banyak anggota masyarakat menunjukkan perhatian kepadanya. Selain doa, mereka memberikan berbagai bantuan. Gunan merasa terharu karena respons masyarakat tak pernah disangka-sangka sebelumnya.
“Alhamdulillah dilancarkan, ada kebarokahannya kita mengurusi makam seluruh orang Bojongkulur.”
Pengalaman lainnya yang diceritakan kepada saya, Gunan merasa pikirannya menjadi jauh lebih tenang semenjak menjadi penjaga makam.
Dulu dia punya cita-cita memiliki anak penghafal Alquran dan sekarang, “Alhamdulillah cita-cita terkabul, anak saya sekarang sudah di Turki mendapatkan beasiswa untuk mendalami Alquran.” Banyak orang, terutama lurah, memberikan dukungan nyata untuk kemajuan anaknya.
Gunan sangat bersyukur dapat menjaga makam penduduk Bojongkulur dan bagi dia pekerjaan ini merupakan amanah yang istimewa.
Baca Juga: Kisah di Balik Sukaria Badut Jalanan
Dinamika mengurus makam
Sepanjang sejarah, terutama kepengurusan pemakaman setelah guru Gunan wafat, mengalami pasang surut. Gunan menyebutnya: “Gendalanya (barangkali maksudnya kendala) berliku-liku.”
Ketika pemakaman masih diurus guru Gunan, nyaris semua kebutuhan anggaran perawatan tidak melibatkan masyarakat.
Guru Gunan seorang yang cukup berada dan dia, “nggak mau ngebebanin masyarakat” untuk membiayai perawatan makam.
Namun keadaan menjadi tak sama lagi setelah guru Gunan wafat.
“Setelah dia udah meninggal, ya itu telantar. Maksudnya tidak ada yang mau bertanggungjawab pengurusan di situ,” kata Gunan.
Tag
Berita Terkait
-
Ceu Surti: Suara Cempreng dari Kupitan
-
Ada Jung Woo-sung, Seleb Korea Hadiri Pemakaman Aktor Senior Ahn Sung-ki
-
Bertemu Kembali dengan Adrian dan Pocong Tinggi di Dekat Pemakaman
-
Hidup Susah Mati Pun Susah, Jakarta Kehabisan Tanah untuk Berpulang
-
Seloroh Tokoh di Lingkungan TPU Kebon Nanas, Usul Kuburan Vertikal 5 Lantai Buat Cegah Relokasi
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Rusak Parah, Warga Kulon Progo Pasang Spanduk Protes: 'Ini Jalan atau Cobaan?'
- 5 Mobil Bekas 80 Jutaan dengan Pajak Murah, Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
10 Sneakers Putih Ikonik untuk Gaya Kasual yang Tak Pernah Ketinggalan Zaman, Wajib Punya
-
Bursa Saham Indonesia Tidak Siap? BEI Klarifikasi Masalah Data yang Diminta MSCI
-
Menperin Pastikan Industri Susu Nasional Kecipratan Proyek MBG
-
MSCI Melihat 'Bandit' di Pasar Saham RI?
-
Harga Emas di Palembang Nyaris Rp17 Juta per Suku, Warga Menunda Membeli
Terkini
-
Drama London: Paspampres Klarifikasi Soal Halangi Jurnalis Saat Kawal Presiden Prabowo
-
Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Curhat Pimpinan KPK ke DPR: Alat Kurang Canggih Jadi Hambatan Utama OTT
-
Animo Tinggi, PDIP Minta Kemensos 'Gaspol' Bangun Sekolah Rakyat
-
PSI: Polri Harus Tetap di Bawah Presiden, Bukan Jadi Kementerian
-
KND Kawal Hak Atlet Disabilitas, Kontingen Indonesia Raih 135 Emas di ASEAN Para Games 2025
-
Ketua DPRD DKI Kawal Janji Pramono Lepas Saham Perusahaan Bir, Kaji Opsi Tukar Guling
-
Jadi Ipar Presiden RI, Soedradjad Djiwandono Ngaku Kudu Hati-hati Komentari Masalah Dalam Negeri
-
Kali Ciliwung Meluap, 11 RT di Jakarta Terendam Banjir
-
'Awal Tahun yang Sempurna', Daftar 4 Kritik Adian Napitupulu Terhadap Pemerintahan Prabowo