Suara.com - Seorang wanita yang dilaporkan sebagai warga negara India tewas dalam serangan roket Hamas di kota Ashkelon. Menyadur WION News Rabu (12/05), wanita ini bekerja sebagai pengasuh lansia di Israel.
Menurut keluarga Soumya Santhosh yang berusia 31 tahun, roket itu jatuh saat dia berbicara dengan suaminya yang berada di Kerala, India melalui video call.
"Adikku mendengar suara keras selama video call. Tiba-tiba telepon terputus. Lalu kami segera menghubungi sesama Malayale yang bekerja di sana. Jadi kami jadi tahu tentang kejadian itu," kata kakak Santhosh, Saji.
Soumya Santosh, yang berasal dari Idukki Kerala bekerja sebagai pengasuh yang merawat wanita tua di kota pesisir selatan Israel, Ashkelon.
Soumya dilaporkan tinggal di Israel selama tujuh tahun terakhir. Dia memiliki seorang putra berusia sembilan tahun yang tinggal bersama suaminya di Kerala.
Lansia asuhannya yang berusia 80 tahun selamat dari serangan dan langsung dirawat di rumah sakit dalam kondisi serius, kata laporan media lokal.
Soumya terakhir kali pulang ke Kerala adalah pada tahun 2017. Serangan roket mematikan itu langsung menghantam rumah yang mereka tinggali.
Channel 12 melaporkan bahwa tempat penampungan roket hanya berjarak satu menit dari rumah wanita itu dan mereka tidak dapat mencapainya tepat waktu.
Rumah itu juga tidak memiliki ruangan yang dibentengi sendiri.
Baca Juga: Bak Kembang Api, Momen Iron Dome Israel Hancurkan Gempuran Roket Hamas
Beberapa laporan media mengatakan ada kesalahan teknis dengan Iron Dome selama serangan roket besar-besaran ke kota pesisir Israel itu.
Walikota Ashkelon Tomer Glam mengatakan sekitar 25 persen penduduk tidak memiliki akses ke kawasan lindung ketika roket ditembakkan ke kota itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Momen Hangat di Kremlin, Putin Lepas Prabowo dengan Penghormatan Khusus
-
Intip Taktik Donald Trump Nekat Blokade Pelabuhan Iran
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Indonesia dan AS Resmi Perkuat Kemitraan Pertahanan, Fokus Modernisasi hingga Latihan Militer
-
Kritik JPPI Buntut Skandal Grup Chat FH UI: Belajar Hukum, Tapi Jadi Pelaku Pelecehan
-
Khawatir Gila, Kongres AS Minta Dokter Periksa Kesehatan Mental Donald Trump
-
Polda Metro Bongkar Pabrik Zenith di Semarang, Sita 1,83 Ton Bahan Baku
-
Dari Moskow Prabowo Terbang ke Paris, Perluas Poros Diplomasi Strategis
-
Pramono Buka Peluang Partai Politik Ikut Naming Rights Halte, Asal Tak Ganggu Wajah Kota
-
Soal Isu Peleburan dengan Gerindra, NasDem: Tidak Masuk Akal, Kami Bukan PT Tbk