- Menteri Kesehatan Budi Gunadi menyatakan biaya pendidikan dokter spesialis di Indonesia sangat mahal, mencapai miliaran rupiah.
- Mahalnya biaya tersebut membatasi akses pendidikan spesialis hanya untuk kalangan yang memiliki kemampuan finansial memadai.
- Pemerintah mendorong reformasi pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit agar pembiayaan bukan lagi penghalang akses.
Suara.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengakui biaya pendidikan dokter spesialis di Indonesia sangat mahal, bahkan mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah. Kondisi ini dinilai menjadi salah satu penyebab jumlah dokter spesialis di Tanah Air masih terbatas.
“Pendidikan spesialis itu super mahal, terutama di Indonesia. Ratusan juta bahkan miliaran yang harus dikeluarkan,” ujar Budi saat memberikan sambutan dalam acara orientasi pusat Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Kantor Kemenkes, Jakarta, Rabu (25/2/2026).
Menurutnya, struktur pembiayaan yang tinggi membuat akses pendidikan dokter spesialis semakin sempit dan hanya dapat dijangkau kalangan tertentu.
Budi membandingkan kondisi di Indonesia dengan praktik di berbagai negara lain. Ia menyebut, secara umum pendidikan dokter spesialis di dunia tidak memungut uang kuliah seperti di Indonesia.
“Di seluruh dunia tidak ada pendidikan dokter spesialis yang harus bayar uang kuliah. Dokter spesialis itu dibayar gajinya,” katanya.
Perbedaan sistem ini, lanjut dia, menjadi hal mendasar yang perlu dibenahi. Jika biaya pendidikan terus mahal dan cenderung naik setiap tahun, maka kesempatan menjadi dokter spesialis akan semakin terbatas.
Budi menilai mahalnya pendidikan juga berpotensi menjadikan profesi dokter spesialis hanya bisa diakses oleh kelompok masyarakat tertentu.
“Ini akan membatasi bahwa sekolah dokter spesialis hanya untuk orang-orang kaya, hanya untuk orang-orang privileged tertentu, atau keluarga yang memang sudah punya latar belakang mampu,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi ini juga mempertegas alasan jumlah dokter spesialis di Indonesia masih sedikit dibanding kebutuhan nasional.
Baca Juga: Kasta Takjil Buka Puasa Versi Menkes, Es Buah dan Gorengan Masuk Kategori Ini
Karena itu, pemerintah mendorong reformasi melalui program pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit (hospital-based). Skema ini dirancang agar pembiayaan tidak lagi menjadi penghalang utama, sekaligus untuk memastikan dokter yang dididik sesuai dengan kebutuhan layanan di daerah.
Dengan perubahan struktur pendidikan dan pembiayaan tersebut, pemerintah berharap akses menjadi dokter spesialis lebih adil dan tidak lagi didominasi faktor kemampuan ekonomi.
Berita Terkait
-
Kasta Takjil Buka Puasa Versi Menkes, Es Buah dan Gorengan Masuk Kategori Ini
-
Menkeu Ungkap Defisit BPJS Capai Puluhan Triliun, Siap-siap Iuran Naik?
-
Menkes Budi: Iuran BPJS Naik 2026 Tidak Lebih Mahal dari Beli Rokok, Warga Miskin Aman
-
Power Nap Berapa Lama yang Ideal? Disarankan Dokter Tirta Selama Puasa Ramadan
-
Ketua IDAI Yakin Mutasi dari RSCM ke RS Fatmawati adalah Hukuman karena Kritis ke Pemerintah?
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
Terkini
-
Kerusuhan Meksiko Disorot, Pemerintah Diminta Lindungi WNI dan Waspadai Ancaman Narkoba ke Indonesia
-
BEM se-DIY Gelar Aksi Damai di Malioboro, 400 Personel Polisi Siaga Humanis
-
DPR Sebut Tragedi di Kawasan IMIP Alarm Nasional, Desak Evaluasi Total Tata Kelola Lingkungan
-
Desakan Tarik Brimob dari Pengamanan Sipil Menguat, Polri: Ini Ulah Individu, Bukan Struktural
-
Karier Alex Noerdin: Dari Anak Tentara Hingga Gubernur Sumsel
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Polisi Ungkap Jaringan TPPO Jual Beli Bayi Lintas Daerah, Beroperasi dari Jakarta hingga Papua
-
KPK Perluas Pemeriksaan Kasus Pemerasan di Pati, Mantan Pejabat hingga Kades Dipanggil
-
Pelajar 16 Tahun Pukul Kakak Kandung hingga Tewas di Kelapa Gading, Polisi Dalami Motif Pelaku
-
Selain Kades, KPK Seret Eks Wabup dan Eks Ketua DPRD Pati Jadi Saksi Kasus Pemerasan Sudewo