Suara.com - Pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi menghadiri sidangnya secara langsung pada Senin (24/5/2021), lansir media lokal Myanmar Now.
Ini merupakan kemunculan Suu Kyi untuk pertama kali sejak ditahan empat bulan lalu di Naypyitaw.
“NLD (Liga Nasional untuk Demokrasi) didirikan untuk rakyat dan akan tetap ada selama orang-orang tersebut di sana,” kata Suu Kyi selama pertemuan setengah jam dengan tim pengacara sebelum sidang di kompleks Dewan Naypyidaw.
Militer Myanmar melakukan kudeta pada 1 Februari dengan menggulingkan pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi.
Suu Kyi menghadapi sejumlah dakwaan dari memiliki radio walkie-talkie secara ilegal hingga melanggar undang-undang rahasia resmi negara.
Merespons kudeta, masyarakat Myanmar melakukan demonstrasi untuk memprotes rezim militer.
Hingga Minggu (23/5/2021), Asosiasi Pendamping untuk Tahanan Politik (AAPP) melaporkan, pasukan junta telah menewaskan 818 orang sejak kudeta militer. (Sumber: Anadolu)
Berita Terkait
-
125 Ribu Guru Myanmar Diskorsing karena Menentang Kudeta Militer
-
Ratusan Ribu Guru Myanmar Disanksi Gegara Menentang Junta Militer
-
Koper Hilang, Miss Myanmar Malah Menang Best National Costume
-
Profil Thuzar Wint Lwin, Kehilangan Koper saat Ikuti Miss Universe 2020
-
Koper Hilang, Ini 3 Wujud Gaun Miss Universe Myanmar yang Batal Dipamerkan
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
Terkini
-
Pemerataan Pendidikan, Anak-Anak di Daerah Terpencil Bogor Kini Punya Gedung Sekolah Dasar Baru
-
Lawan Impunitas, Nasib Kasus Air Keras Andrie Yunus Ditentukan 2 Juni
-
Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden
-
Bocoran Der Spiegel: AS Berencana Pangkas Drastis Kontribusi Militer untuk NATO
-
Misteri CCTV 'Gaib' di Kasus Andrie Yunus: Muncul Saat Rilis, Lenyap di Meja Hijau
-
Fleksibilitas Kerja ASN Perkuat Budaya Kerja Profesional dan Berbasis Kinerja
-
Gagah! Sapi Kurban 'Kelas Berat' 1 Ton Milik Prabowo Tiba di Masjid Istiqlal
-
Siapa Prihatini Cs? Peneliti yang Diduga Tipu Pakar Dunia di Denmark Ternyata Bukan Dosen Lokal
-
Skandal Riset Palsu Demi Travel Grant, UNY Benarkan Rivaldy dan Prihantini Adalah Alumni
-
Pemkab Mojokerto Kucurkan Dana Rp7,5 Miliar untuk Insentif 6 Ribu Guru TPQ