Suara.com - Seorang ayah di Arab Saudi mengampuni pelaku pembunuhan anaknya sehingga tersangka terbebas dari hukuman mati yang seharusnya dijatuhkan padanya.
Menyadur Arab News, Selasa (25/5/2021) Awad Suleiman Al-Amrani dari Tabuk, Arab Saudi memberikan ampunan kepada pembunuh anaknya.
Putra Suleiman tewas dalam perkelahian empat tahun lalu, dan tersangka dijatuhi hukuman yang seharusnya dilakukan pada Senin (24/5).
Suleiman juga tidak menuntut uang ganti rugi sebagai kompensasi atas kematian putranya, sehingga pembunuhnya akan dibebaskan.
Saat berita pengampunan tersebut tersebar di media sosial, Al-Amrani dipuji karena sifatnya yang sangat pemaaf.
Waleed Khaled Darraj, seorang pengacara di Jeddah, mengatakan kepada Arab News bahwa pria yang dibebaskan dan keluarganya harus mematuhi tuntutan dan ketentuan yang ditetapkan oleh ayah korban.
"Kalau tertulis dan disetujui pengadilan, semua yang diminta ayah itu harus ditindaklanjuti, kalau tidak pengampunan menjadi tidak sah dan keluarga korban berhak menuntut pemenggalan," katanya.
Darraj juga mengatakan bahwa meskipun eksekusi diizinkan berdasarkan Syariah, Islam juga mendesak umatnya untuk memaafkan bila memungkinkan.
"Islam juga mengajarkan pengikutnya untuk menunjukkan toleransi," kata Darraj. "Juga memerintahkan mereka untuk menghindari amarah, yang dalam banyak kasus mengarah pada konsekuensi yang tidak diinginkan.
Baca Juga: 3 Fakta Penangkapan YouTuber Ahmad di Arab Saudi, Dituduh Eksploitasi Anak
"Ketika kejahatan seperti itu terjadi, pemenggalan kepala si pembunuh, menuntut uang darah adalah hak keluarga korban. Namun, beberapa orang bangsawan hanya memaafkan tanpa meminta sepeser pun. Orang-orang ini mencari apa yang Allah telah janjikan kepada para pengampun." jelasnya.
Dalam beberapa kasus di kawasan Teluk, keluarga korban pembunuhan telah meminta jutaan riyal sebagai imbalan untuk memaafkan para pelaku pembunuhan.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Demo Mahasiswa di Bulan Ramadan, Polisi Turunkan Tim Sholawat untuk Pengamanan
-
Polemik Akses Musala di Cluster, Pengembang Buka Suara Usai Diusir Komisi III DPR
-
Negosiasi AS-Iran Gagal! Ancaman Perang Bisa Terjadi dalam 15 Hari ke Depan
-
AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas
-
Mengurai Krisis Dokter Spesialis di Indonesia: Di Mana Letak Masalahnya?
-
Sekolah Swasta Gratis di Semarang Bertambah Jadi 133, Jangkau Lebih Banyak Siswa
-
Anies Baswedan Soroti Dinasti Politik: Pemerintah Harusnya Bekerja untuk Rakyat, Bukan Keluarga!
-
Anies Baswedan Beri Restu: Ormas Gerakan Rakyat Resmi Jadi Partai, Apa Langkah Selanjutnya?
-
Terbongkar! Hutan Kota Cawang Jadi Sarang Aktivitas Asusila, Pemkot Gerebek dan Segel Lokasi
-
Tolak Ambang Batas Parlemen, Partai Gerakan Rakyat Usul PT 0 Persen: Jangan Ada Suara Mubazir!