Suara.com - Sebuah video yang memperlihatkan reaksi histeris seorang pria saat mengetahui kucingnya tak sadarkan diri viral di media sosial.
Dalam video yang diunggah oleh akun Tiktok @qilaistheone diperlihatkan momen saat pria tersebut menangis tersedu-sedu sambil menggoncang-goncangkan tubuh kucingnya.
Pria tersebut menangis semakin kencang saat melihat kucingnya tak bereaksi sama sekali dan terbaring lemas di lantai.
"Terkena racun tikus. Hanya pencinta kucing yang akan paham. Credit_qilaistheone," tulis akun Tiktok a_ks_82 sambil mengunggah ulang video tersebut seperti dikutip Suara.com, Selasa (25/5/2021).
Dalam video tersebut juga diperlihatkan bagaimana pria tersebut dengan sigap membawa kucing kesayangannya itu ke klinik hewan.
Setelah sampai di klinik, nyawa kucing berwarna abu-abu itu pun sempat ada harapan untuk selamat. Namun sayang, lima menit kemudian kucing itu kembali tak sadar dan mati.
Dalam video dijelaskan kematian si kucing terjadi karena racun tikus yang sudah menyebar dengan cepat ke tubuh si kucing.
Sepanjang perjalanan pulang, pria tersebut terus memeluk dan mencium kucingnya yang sudah mati.
Para warganet yang melihat video tersebut lantas menuliskan beragam komentar. Sebagian besar dari mereka bercerita pengalaman tentang kesedihan yang dialami ketika kehilangan hewan peliharaan yang sangat disayangi.
Baca Juga: Nikah sama Rizky Billar Disebut Hanya buat Konten, Lesti Cuma Bilang Begini
"Sedih banget sih emang, berasa ditinggal keluarga," tulis warganet dengan akun.
"Aku kucing ilang belum ketemu sampai sekarang aja nangis aplagi ini nggak tahu gimana jadinya," tulis warganet lain dengan akun nabillaspr_.
"Asli se sakit itu emang rasanya, pusnya udah nggak ada tiap inget-inget pasti mewek lagi mewek lagi, bayangin aja dari kecil sampai gede tiap hari sama kita terus tiba-tiba nggak ada," tulis warganet lain dengan akun kariza_al_qarana.
"Sama barusan kucingku mati juga, rasanya lebih dari kehilangan seseorang," tulis warganet dengan akun syantik2323.
Video selengkapnya dapat dilihat di sini.
Berita Terkait
-
Profil Widy Vierratale: Pernah Diculik, Kini Dilecehkan Oknum Kolonel TNI
-
So Sweet! Suami Berhasil Berhenti Merokok, Istri Beri Hadiah Sepeda Motor
-
CEK FAKTA: Viral Foto Paus Fransiskus Bawa Patung Presiden Jokowi Disalib
-
Presiden Sementara Mali Ditahan Militer, PBB hingga AS Langsung Mengecam
-
Nyeleneh! Ngidam Super Aneh, Istri Paksa Gigit Jari Suami Sampai Nangis
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
Terkini
-
Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI
-
Saling Dorong di Depan DPR! Polisi Paksa Padamkan Simbol 'Kematian' Pemerintah Milik Mahasiswa
-
Karangan Bunga Hitam Putih KDM di HUT Jakarta Curi Perhatian, Ketua DPRD DKI: Unik
-
DPR Bukan Tukang 'Stempel' Pemerintah! Saan Mustopa Kalim Fungsi Kontrol Parlemen Tetap Tajam
-
Parkir Cawang Tak Dilarang Total, Sudinhub: Kami Tindak yang Bandel!
-
Bukan Merendahkan, Wamenaker Ungkap Alasan Batasi Aturan Outsourcing di 4 Jenis Pekerjaan
-
Sasar 5 Provinsi, Program Lanskap Berkelanjutan Targetkan Konservasi Jutaan Hektare Kawasan
-
Muktamar PBNU dan Gertakan Cak Imin: Siapa yang Dianggap 'Main-main'?
-
Hotel Sultan Bakal Dirobohkan! Prabowo Ingin Bangun Ikon Baru Berstandar Internasional
-
OPSI Desak Pemerintah Awasi Karir Hub, Cegah Perusahaan Manipulasi Loker Demi KPI HRD