Suara.com - Seorang polisi di Rusia yang menyelamatkan bayi saat terjadi serangan teroris, kembali bertemu setelah 17 tahun berpisah.
Menyadur Daily Mirror, Rabu (26/5/2021) Elbrus Gogichaev akhirnya bertemu dengan bayi yang dulu dia selamatkan bernama Alyona Tskaeva. Elbrus bertemu Alyona di upacara kelulusan wanita tersebut.
Alyona berhasil dibawa ke tempat aman dari serangan terkenal di sekolah Beslan nomor satu oleh seorang polisi bernama Elbrus Gogichaev.
Sebanyak 334 orang terbunuh, termasuk 186 anak-anak, ketika teroris Islam Chechnya mengambil alih sekolah pada tahun 2004 dan menyandera semua orang.
Ibu Alyona, Fatima, ikut disekap di dalam sekolah bersama ketiga anaknya selama tiga hari. Di hari kedua, para teroris mengizinkan bayi-bayi dibebaskan.
Fatima kemudian menyerahkan Alyona kepada Gogichaev, yang saat itu menjadi pasukan khusus, ke tempat yang aman. Fatima kemudian berlari kembali ke dalam untuk merawat dua anaknya yang lain, Makharbek (3) dan Kristina (6).
Hebatnya Fatima berhasil melempar Makharbek keluar melalui sebuah jendela yang pecah, bersama dengan anak-anak lainnya.
Tapi dia dan anak ketiganya Kristina tewas dalam ledakan dan tembakan pada hari ketiga dan terakhir pengepungan.
Alyona dan Makharbek dibesarkan oleh ayah mereka, Ruslan Tskaev.
Baca Juga: Warga Papua: Penangkapan Aktivis Tak Selesaikan Masalah, Ini Pembungkaman!
17 tahun kemudian, Alyona bisa bertemu kembali dengan pensiunan polisi itu, yang dia sebut Paman Elbrus, di acara sekolah dalam keadaan bahagia.
"Semuanya akan baik-baik saja denganmu, Alyonka (Alyona)." ujar Elbrus sembari berpelukan di luar sekolah tersebut.
Keduanya terlihat saling bertegur sapa dan berfoto, tetapi mantan perwira yang pemalu itu menolak untuk berbicara dengan wartawan.
Petugas polisi setempat merasa bersalah atas kegagalan mereka menyelamatkan begitu banyak wanita dan anak-anak dalam pengepungan tersebut.
Beberapa orang di Rusia percaya tindakan polisi berkontribusi pada tingginya jumlah korban sipil.
Menjelang kelulusannya, Gogichaev memberi tahu teman-temannya jika ia benar-benar ingin bertemu dengan gadis itu.
32 teroris tewas dalam pengepungan, sementara 700 orang luka-luka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
Pilihan
-
Lucky Hakim Dinobatkan Sebagai Bupati Terbaik, Wakilnya Malah Jadi Tersangka
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
Terkini
-
Geger Fortuner Diamuk Massa di Tanah Abang: Berawal dari Klakson hingga Teriak Tabrak Lari
-
Momen Kebersamaan Prabowo Bersama Siswa SRMP 17 Dari Doa Hingga Makan Siang
-
Kunjungi SRMP 17 Tabanan, Ini Pesan Presiden Prabowo
-
Gas Industri Melejit Picu Badai PHK! Andi Gani: Ketemu Bahlil Lebih Sulit daripada Presiden Prabowo
-
Sadis! Pelajar SMP di Tambun Tewas Disabet Celurit Bergiliran
-
Pimpin Delegasi Indonesia di ILC ke-114, Menaker Bawa Suara Ketenagakerjaan Nasional ke Forum Global
-
Prabowo Minta Anggaran Dijaga Ketat Demi Sekolah Rakyat: Negara Kaya, Tapi Harus Pandai Mengelola
-
Nyelekit! Ganjar Sebut Film Ghost in the Cell Potret Nyata Kondisi Republik
-
Kapolri Beri Lampu Hijau ASN Masuk Polisi: Kita Berikan Ruang Resiprokal
-
Kapolri Listyo Sigit Mau Jadi Aktivis, Sebut Rata-rata Masuk Kabinet: Selamat Ya!